ANALISIS EKOLOGI-EKONOMI PENGEMBANGAN MINAPOLITAN PERIKANAN BUDIDAYA DI PROVINSI GORONTALO
ABSTRACT: Pembangunan secara
ekologi akan berkelanjutan jika basis ketersediaan sumberdaya alam dapat
dipelihara secara stabil dan pembuangan limbah tidak melebihi kapasitas
asimilasi lingkungan. Secara ekonomi akan berkelanjutan jika kawasan tersebut
mampu menghasilkan barang dan jasa secara berkesinambungan dan menghindarkan
ketidakseimbangan yang ekstrim antar sektor. Penelitian ini bertujuan untuk
mengestimasi dampak ekologi- konomi dari pengembangan perikanan budidaya di
kawasan pesisir Gorontalo. Metode yang digunakan adalah analisis ecological
multiplier, dampak ekonomi dengan menggunakan analisis income multiplier dan
employment multiplier. Hasil studi mengindifikasikan bahwa kebutuhan tertinggi
areal mangrove terjadi pada sektor pertambangan dan galian dengan nilai 2,5013
Ha, sedangkan sektor perikanan menempati posisi ke-6 dengan nilai sebesar
0,1718 Ha yang berada di bawah rata-rata kebutuhan areal mangrove secara
sektoral sebesar 0,4844 Ha. Nilai BOD 0,00018 menggambarkan bahwa untuk
menghasilkan satu juta rupiah output di sektor perikanan baik langsung maupun
tidak langsung akan menimbulkan eksternalitas berupa BOD sebesar 0,00018 ton.
Demikian juga dengan COD, TSS dan TDS dimana nilainya berturut-turutsebesar
0,00027; 0,00005; dan 0,00035 menggambarkan bahwa untuk menghasilkan satu juta
rupiah output sektor perikanan akan menimbulkan eksternalitas berupa COD, TSS
dan TDS masing-masing sebesar 0,00027; 0,00005; dan 0,00035 ton. Sektor
perikanan mempunyai nilai pengganda pendapatan sebesar 1,217899 yang berada di
bawah rata-rata pembentukan pendapatan masyarakat secara sektoral sebesar
1,510426 dan menempati urutan ke-9. Nilai pengganda te naga kerja sektor
perikanan adalah sebesar 1,140167 berada di bawah rata-rata total pembentukan
tenaga kerja secara sektoral yang sebesar 1,619558 dan menempati urutan ke-9
klasifikasi 10 sektor. Diperlukan kebijakan investasi untuk pengembangan
perikanan budidaya secara intensif dengan tetap memperhatikan daya dukung
sehingga mampu mencapai target permintaan yang optimum.
KEYWORDS: ekologi-ekonomi;
industrialisasi perikanan budidaya; eksternalitas; Provinsi Gorontalo
Penulis: Taslim Arifin, Terry
L. Kepel
Kode Jurnal: jpperikanandd140455