VALUASI EKONOMI TAMAN WISATA ALAM PUNTI KAYU PALEMBANG
Abstrak: Penelitian dilakukan
di Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu Palembang, Sumatera Selatan. Penelitian
ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: (1) karakteristik pengunjung
Taman Wisata Alam Punti Kayu; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kunjungan
rekreasi; (3) persamaan permintaan manfaat rekreasi dari Taman Wisata Alam
Punti Kayu; (4) valuasi ekonomi Taman Wisata Alam. Dari hasil penelitian
diketahui, karakteristik pengunjung yang terdiri dari umur, jenis kelamin,
penghasilan, jenis pekerjaan, biaya yang dikeluarkan selama kegiatan rekreasi,
motivasi, dan jenis kendaraan yang digunakan sangat bervariasi. Data yang
terkumpul dianalisis menggunakan model analisis regresi berganda. Faktor-faktor
yang mempengaruhi kunjungan ke Taman Wisata Alam Punti Kayu meliputi biaya
perjalanan, jumlah penduduk perkecamatan, dan jumlah waktu kerja per hari.
Model persamaan permintaan berdasarkan metode biaya perjalanan, yaitu Y =
-4,018 + 0,0002428 X1 dengan r2 = 0,767;
Y adalah permintaan rekreasi dan X adalah biaya perjalanan. Valuasi ekonomi
dari Taman Wisata Alam Punti Kayu diperoleh dari nilai rata-rata kesediaan
berkorban, nilai yang dikorbankan, dan surplus konsumen per 1.000 penduduk yang
masing-masing adalah Rp 365.932,215; Rp
165.485,997, dan Rp 200.446,218
Kata Kunci: Metode biaya
perjalanan; punti kayu; valuasi ekonomi; wisata alam
Penulis: Bambang Tejo Premono,
Adi Kunarso
Kode Jurnal: jpkehutanandd100067

Artikel Terkait :
Jp Kehutanan dd 2010
- TINGKAT KELIMPAHAN POPULASI SPESIES ROTAN DI HUTAN LINDUNG BATU KAPAR, GORONTALO UTARA
- STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA PADA HABITAT BEKANTAN (Nasalis larvatus Wurmb.) DI KUALA SAMBOJA, KALIMANTAN TIMUR
- ANALISIS SPASIAL TINGKAT BAHAYA EROSI DI WILAYAH DAS CISADANE KABUPATEN BOGOR
- PERTUMBUHAN Rhizophora mucronata Lamk PADA BERBAGAI KONDISI SUBSTRAT DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE SINJAI TIMUR SULAWESI SELATAN
- AMELIORASI TAPAK UNTUK PEMAPANAN CEMARA UDANG (Casuarina equisetifolia Linn.) PADA GUMUK PASIR PANTAI
- KONSEP BUDIDAYA GAHARU (Aquilaria spp.) DI PROVINSI BENGKULU
- PERILAKU BURUNG BAYAN SUMBA (Eclectus roratus cornelia Bonaparte) DI PENANGKARAN HAMBALA, SUMBA TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR
- STATUS POPULASI DIPTEROCARPACEAE DI HUTAN LINDUNG CAPAR,BREBES, JAWA TENGAH
- PENENTUAN ZONASI TATAGUNA AIR TANAH DI KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
- STRUKTUR DAN KOMPOSISI HUTAN PAMAH BEKAS TEBANGAN ILEGAL DI KELOMPOK HUTAN SEI LEPAN, SEI SERDANG, TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER, SUMATERA UTARA
- UJI PERTUMBUHAN STEK CEMARA SUMATRA Taxus sumatrana (Miquel) de Laub.
- KUALITAS FISIK BIBIT MERANTI TEMBAGA (Shorea leprosula Miq.) ASAL STEK PUCUK PADA TIGA TINGKAT UMUR
- PERENCANAAN SOSIAL DALAM RANGKA PENGEMBANGAN HUTAN RAKYAT DI SUMATERA SELATAN
- PENGELOLAAN DAN PERILAKU BURUNG ELANG DI PUSAT PENYELAMATAN SATWA CIKANANGA, SUKABUMI
- JENIS DAN PREFERENSI POLEN SEBAGAI PAKAN KELELAWAR PEMAKAN BUAH DAN NEKTAR
- PERBANDINGAN HASIL ESTIMASI POTENSI AIR BULANAN DAN HASIL PENGUKURAN LANGSUNG DI SUB DAS WURYANTORO, WONOGIRI
- STATUS KONSERVASI MAMALIA DAN BURUNG DI TAMAN NASIONAL MERBABU
- AKUMULASI BIOMASSA KARBON PADA SKENARIO HUTAN SEKUNDER DI MARIBAYA, BOGOR, JAWA BARAT
- PENGARUH KOMPOSISI TUMBUHAN TERHADAP POPULASI BURUNG DI TAMAN NASIONAL BATANG GADIS, SUMATERA UTARA
- PEMANFAATAN POHON BERKHASIAT OBAT DI CAGAR ALAM GUNUNG PICIS DAN GUNUNG SIGOGOR, KABUPATEN PONOROGO, JAWA TIMUR
- KAJIAN INFILTRASI TANAH PADA BERBAGAI TEGAKAN JATI (Tectona grandis L.) DI CEPU, JAWA TENGAH
- STRUKTUR DAN KOMPOSISI JENIS TUMBUHAN HUTAN PAMAH DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) CARITA, PROVINSI BANTEN
- PERBANDINGAN HASIL ESTIMASI POTENSI AIR BULANAN DAN HASIL PENGUKURAN LANGSUNG DI SUB DAS WURYANTORO, WONOGIRI
- PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN HUTAN TERHADAP HASIL AIR DI BATURADEN
- ARSITEKTUR POHON, DISTRIBUSI PERAKARAN, DAN PENDUGAANBIOMASSA POHON DALAM SISTEM AGROFORESTRY