UJI MULTILOKASI PEMELIHARAAN IKAN PATIN HIBRIDA NASUTUS (PERSILANGAN BETINA SIAM DENGAN JANTAN NASUTUS) DI BERBAGAI EKOSISTEM BUDIDAYA
Abstract: Ikan patin hibrida
nasutus merupakan ikan hasil persilangan antara betina patin siam
(Pangasianodon hypophthalmus) dengan jantan patin nasutus (Pangasius nasutus).
Berdasarkan pengamatan ikan patin hibrida nasutus berdaging putih dan
memperlihatkan keragaan pertumbuhan yang baik pada fase pembenihan sehingga
berpotensi sebagai komoditas ikan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui keragaan pertambahan bobot, panjang, konversi pakan dan sintasan
ikan patin hibrida nasutus yang dipelihara diberbagai ekosistem budidaya.
Lokasi budidaya yang digunakan pada pembesaran ini adalah daerah dataran tinggi
(>400 dpl) yaitu KJA Waduk Darma (Kuningan) dan dataran rendah yaitu Kolam
Air Tenang (KAT) Sukamandi dan Tambak bersalinitas rendah (<10 ppt). Tiga
jenis ikan patin digunakan sebagai pembanding pada setiap lokasi pemeliharaan
yaitu; patin siam, patin jambal dan patin pasupati. Pakan uji yang digunakan
adalah pakan komersial dalam bentuk pellet dengan kandungan protein kasar
30-32%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan ikan yang
dilakukan diberbagai ekosistem budidaya
memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05%) terhadap pertambahan bobot,
panjang, laju pertumbuhan spesifik dan sintasan. Patin hibrida nasutus yang
dipelihara di Kolam air tawar selama 5 bulan memberikan pertambahan bobot
tertinggi dibanding yang dipelihara di tambak maupun di karamba jaring apung
(KJA) dataran tinggi. Pemeliharaan ikan patin di tambak dilakukan selama 4
bulan karena salinitas air yang terus semakin tinggi (>10 ppt) dan pH >9
yang mengakibatkan kematian pada ikan jambal dan berakibat pada penurunan
selera makan ikan uji.
Keywords: uji multilokasi;
pemeliharaan; hibrida; ekosistem budidaya
Penulis: Evi Tahapari, Sularto,
Ika Nurlaela
Kode Jurnal: jpperikanandd120638