PERBAIKAN PERFORMANSI RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii PADA BAK PENAMPUNGAN INDUK UNTUK KULTUR JARINGAN MELALUI PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK
Abstract: Penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan pupuk organik dan frekuensi
waktu pergantian media terhadap performansi talus rumput laut Kappaphycus
alvarezii. Penelitian dilaksanakan di Green house dan Laboratorium
Bioteknologi, Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, Maros,
Sulawesi Selatan. Penelitian dirancang dalam rancangan acak lengkap (RAL)
dengan dua aspek yaitu konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri atas empat
taraf, yaitu 0 mg/L; 5 mg/L; 10 mg/L; dan 15 mg/L; dan frekuensi pergantian
media yang terdiri atas tiga taraf, yaitu setiap 1 minggu, 2 minggu, dan 3
minggu. Stoples dengan air laut bersalinitas 30 ppt sebanyak 2 L digunakan
sebagai media tumbuh. Rumput laut basah ditimbang 50 g sebagai bobot awal.
Performansi talus diamati berdasarkan bobot dan kandungan pigmen. Setiap
pergantian media dilakukan penimbangan bobot dan di pengamatan akhir kandungan
pigmen diukur. Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa konsentrasi pupuk organik
dan frekuensi waktu pergantian mempengaruhi warna talus. Konsentrasi pupuk
organik mempengaruhi bobot dan kandungan pigmen mulai dari penambahan 5 mg/L.
Bobot dan kandungan pigmen tertinggi terjadi pada konsentrasi 10 mg/L yaitu
berturut-turut 50,89 g dan 2.880,20 mg/L. Sedangkan frekuensi pergantian media
tidak mempengaruhi bobot namun mempengaruhi kandungan pigmen dengan pergantian
2 minggu sekali. Kandungan pigmen cenderung semakin menurun seiring lamanya
frekuensi penggantian media. Kandungan pigmen tertinggi terjadi pada frekuensi
penggantian media setiap minggu yaitu 2.134,38 mg/L.
Keywords: performansi; K.
alvarezii; pupuk organic
Penulis: Siti Fadilah, Emma
Suryati
Kode Jurnal: jpperikanandd120643