Penggunaan Vis-NIR untuk Deteksi Serangan Huanglongbing pada Daun Jeruk
Abstrak: Huanglongbing adalah
penyakit jeruk yang merupakan ancaman utama bagi budidaya jeruk. Tidak ada pengendalian
yang tepat untuk Huanglongbing. Deteksi dini penting untuk mencegah penyebaran
dan pengembangan penyakit ini. Deteksi dini yang paling efektif menggunakan tes
DNA dengan PCR. Namun, identifikasi menggunakan tes DNA memerlukan persiapan
sampel, memakan waktu dan mahal. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun
perangkat lunak deteksi daun sehat dan terinfeksi HLB. Sampel daun dikumpulkan
dari kebun jeruk di Desa Situ Gede, Bogor. Sampel daun dibagi menjadi tiga
kelompok, daun yang terinfeksi HLB, daun sehat dan daun belum bergejala. Semua
sampel telah diuji dengan PCR untuk verifikasi gejala visual Huanglongbing.
Spektrometer Vis-NIR dengan rentang spektrum dari 339-1022nm digunakan untuk
mengumpulkan data spektrum daun terinfeksi HLB dan sehat. MSC, SVN, baseline
correction, turunan pertama dan kedua dari spektra digunakan sebagai metode
praperlakuan. Jaringan syaraf tiruan digunakan untuk membangun model
klasifikasi Plot X-loading dari analisis komponen utama digunakan untuk
mendapatkan panjang gelombang sensitif. Klasifikasi terhadap kategori daun
sehat dan sakit menggunakan panjang gelombang sensitif berbasis baseline
correction memiliki nilai akurasi 100 % dan kinerja terbaik. Model klasifikasi yang
ditanam pada perangkat lunak berbasis komputer desktop menggunakan bahasa
pemrograman visual basic. Data spektrum daun belum bergejala dari pohon positif
terinfeksi HLB digunakan untuk menguji model klasifikasi. Model
mengklasifikasikan data tersebut ke kelompok terinfeksi HLB, yang konsinten
dengan hasil pengujian PCR yang juga mengelompokkan pada daun terinfeksi HLB.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat lunak dapat digunakan untuk
deteksi HLB pada tahap awal perkembangan penyakit.
Penulis: Raden Arief
Firmansyah
Kode Jurnal: jppertaniandd170408