PEMIJAHAN ANTAR STRAIN INDUK IKAN NILA PADA SALINITAS BERBEDA
Abstract: Ikan nila salin di
lahan budidaya baik di tambak maupun persawahan yang tergenang oleh air laut.
Selain untuk budidaya, nila salin yang berukuran kecil dapat digunakan sebagai
umpan penangkapan ikan cakalang atau tuna di laut. Untuk usaha budidaya kebutuhan
benihnya sangat besar dan sementara ini dipasok dari unit pembenihan air tawar
dengan risiko kematian yang besar saat penebaran ke lahan air payau atau asin.
Untuk mengurangi risiko kematian yang besar tersebut diperlukan upaya produksi
benih ikan nila pada proses pembenihan melalui pemijahan induk dalam kondisi
salin atau asin/payau. Pemijahan induk dilakukan dengan cara perkawinan
individu jantan dan betina strain Larasati, Thailand, dan Gesit baik perkawinan
antara strain yang sama maupun strain berbeda (kawin silang) dalam salinitas
0-20 ppt. Masing-masing induk jantan dipelihara terpisah untuk proses
pematangan gonadnya kemudian dipelihara bersama setelah terseleksi kematangan
gonadnya dengan pemasukan induk betina lebih dahulu selanjutnya induk jantan
3-4 hari kemudian. Kepadatan tebar induk 1 kg/m3 volume air dan perbandingan
induk jantan dan betina adalah 1:3 dalam wadah fibreglass bentuk segi empat
berukuran 2,0 m x 1,25 m x 0,75 m, diisi air ketinggian 50 cm. Pakan induk
berupa pelet ikan dengan kandungan protein 25%-30%, dosis 1% biomassa,
frekuensi 3 kali sehari. Penggantian air sekitar 50% dari volume media,
dilakukan tiap seminggu sekali. Periode waktu pemijahan sekitar 1-3 minggu.
Hasil pemijahan menunjukkan bahwa induk ikan nila dari ketiga strain tersebut
dapat dipijahkan baik dalam salinitas 0 ppt hingga salinitas 20 ppt. Waktu
pemijahan relatif lebih singkat terjadi pada kondisi media air tawar yaitu
sekitar 10-11 hari sedang waktu lebih lama > 12 hari terjadi pada kondisi
media air payau, bahkan mencapai waktu 23 hari. Rata-rata tingkat produktivitas
telur atau tiap individu induk relatif lebih besar pada pemijahan dalam kondisi
air tawar dibanding pada kondisi air payau. Pada penetasan telur atau larva
dengan stadia mata lengkap dan belum berenang bebas diperoleh dalam waktu
sekitar 4 hari dalam media tawar maupun payau.
Keywords: Pemijahan, ikan
nila, salinitas berbeda
Penulis: Agus Basyar Abdul
Haris, Subiyarto, Aris Supramono
Kode Jurnal: jpperikanandd120497