MODEL HUBUNGAN TINGGI DAN DIAMETER POHON AKASIA (Acacia auriculiformis) SEBAGAI PENGHASIL KAYU ENERGI DI KABUPATEN PURWOKERTO PROVINSI JAWATENGAH
Abstrak: Tujuan Penelitian ini
untuk mengetahui model terbaik dari hubungan tinggi dan diameter pada tanaman
penghasil kayu energi. Penelitian ini dilakukan pada enam lokasi Kabupaten
Banyumas. Pengambilan dipilih secara sistematis dengan jarak sama pada
masing-masing lokasi. Dengan 215 pohon model yang diukur, dan 36 pohon validasi
yang dapat digunakan dalam penyusunan persamaan regresi hubungan
diameter-tinggi pohon dengan sebaran diameter antara 2,9–27,2 cm dengan tinggi
antara 5,5–26,5 m. Hasil analisis terhadap 3 model linear yang dicoba, bahwa
berdasarkan kriteria besarnya koefisien determinasi (r2), model yang
menggunakan peubah tak bebas tinggi maksimum mempunyai nilai r2 yang lebih
besar dibandingkan dengan model yang menggunakan peubah tak bebas tinggi
seluruh pohon sehingga penduga model yang digunakan adalah model yang
menggunakan peubah tak bebas tinggi total maksimum. Berdasarkan pemeringkatan
dengan pendekatan scoring, persamaan terpilih yaitu H = 1.3 + 0,606 D0,748,
Dengan besarnya bias rata-rata, penduga kuadrat tengah galat (MSEP) dan indeks
galat (EI), berturut- turut sebesar 0,02873; 38,51; dan 80,9073.
Kata Kunci: Height; diameter;
acacia; equation; Tinggi; diameter; akasia; persamaan
Penulis: Sofwan Bustomi, Mira
Yulianti
Kode Jurnal: jpkehutanandd130212

Artikel Terkait :
Jp Kehutanan dd 2013
- PENGAMATAN KEBERADAAN BADAK SUMATERA (Dicerorhinus sumatrensis) DI KUTAI BARAT DAN MAHAKAM ULU KALIMANTAN TIMUR
- INVENTARISASI TUMBUHAN BAWAH BERKHASIAT OBAT DI TAMAN NASIONAL DANAU SENTARUM KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT
- PENYADAPAN GETAH KERUING (Dipterocarpus spp) DI HUTAN DESA DUSUN BENUA KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA BERDASARKAN DIAMETER POHON
- PENGARUH STRUKTUR VEGETASI TERHADAP KELIMPAHAN KERANG BAKAU (Polymesoda erosaLightfoot 1786) PADA MUSIM KEMARAU DI KAWASAN HUTAN MANGROVE SEGARAANAKAN CILACAP
- AKTIVITAS AKARISIDA BEBERAPA MINYAK ATSIRI, INSEKTISIDA NABATI, DAN CUKA KAYU TERHADAP Varroa destructor Anderson & Trueman (Acari: Varroidae)
- DISTRIBUSI KOMPONEN KIMIA KAYU MAHANG (Macaranga hosei King)
- IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI JALAN PARIT H. HUSIN 2 KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA
- REGENERASI ALAMI HUTAN RAWA GAMBUT TERBAKAR DAN LAHAN GAMBUT TERBAKAR DI TUMBANG NUSA, KALIMANTAN TENGAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSERVASI
- PERTUMBUHAN BAKAU (Rhizophora mucronata Lamk) DAN PRODUKTIVITAS SILVOFISHERY DI KABUPATEN KUPANG
- EKOSISTEM MANGROVE SEBAGAI OBYEK WISATA ALAM DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN DI KOTA TARAKAN
- KELIMPAHAN DAN SEBARAN POPULASI PESUT MAHAKAM (Orcaella brevirostris Gray, 1866) DI SUNGAI MAHAKAM KALIMANTAN TIMUR
- APLIKASI TEKNIK KONSERVASI TANAH DENGAN SISTEM RORAK PADA TANAMAN GMELINA (Gmelina arborea Roxb.) DI KHDTK CARITA, BANTEN
- SELEKSI SUMBERDAYA HABITAT ORANGUTAN (Pongo abelii Lesson 1827) DI CAGAR ALAM SIPIROK, SUMATERA UTARA
- KERAGAMAN MORFOLOGI, EKOLOGI, POHON INDUK, DAN KONSERVASI ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm. et Binnend.) DI KALIMANTAN
- DAYA DUKUNG PADANG PERUMPUTAN BANTENG (Bos javanicus d’Alton 1832): Studi Kasus di Sadengan dan Sumber Gedang, Jawa Timur
- PEMULIHAN HUTAN DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT
- POTENSI SEKUESTRASI KARBON ORGANIK TANAH PADA PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN Acacia mangium Willd
- PERSAMAAN ALOMETRIK DAN CADANGAN KARBON VEGETASI PADA HUTAN GAMBUT PRIMER DAN BEKAS TERBAKAR
- TEKNIK IDENTIFIKASI DAERAH YANG BERPOTENSI RAWAN LONGSOR PADA SATUAN WILAYAH DAERAH ALIRAN SUNGAI
- AUTEKOLOGI TUMBUHAN OBAT Selaginella doederleinii Hieron DI SEBAGIAN KAWASAN HUTAN BUKIT POHEN CAGAR ALAM BATUKAHU, BEDUGUL BAli
- KOMPOSISI AVIFAUNA DI BEBERAPA TIPE LANSEKAP TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN
- KANDUNGAN LOGAM BERAT DAN PLANKTON PADA EKOSISTEM TAMBAK BERMANGROVE DAN TAMBAK TANPA MANGROVE (Kasus di Tegal Tangkil, Cikiong, Poponcol, dan Kedung Peluk)
- KEMAMPUAN Avicennia marina (Forsk.) Vierh. DAN Rhizophora apiculata Bl. DALAM PENYERAPAN POLUTAN LOGAM BERAT
- SEBARAN DAN KEPADATAN POPULASI SIAMANG (Symphalangus syndactylus Raffles, 1821) DI CAGAR ALAM DOLOK SIPIROK DAN SEKITARNYA, SUMATERA UTARA
- POPULASI DAN HABITAT KAMPIS (Hernandia nymphaeifolia (C. Presl.) Kubitzki) DI HUTAN LINDUNG UJUNG GENTENG