KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA TAMBAK BERKELANJUTAN DI KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR DENGAN PERTIMBANGAN KARAKTERISTIK DAN PENGELOLAAN LAHAN
Abstract: Kabupaten Lamongan
memiliki lahan pertambakan yang sangat luas, namun belum ditentukan kesesuaian
lahannya. Umumnya lahan tambak yang disurvai terdapat di areal ekosistem laut
dan daratan. Karakteristik lahan seperti topografi, tanah, hidrologi, vegetasi,
dan iklim penting dalam menentukan lokasi terbaik, komoditas yang sesuai,
tingkat teknologi budidaya, dan musim tanam yang tepat, serta kelestarian lingkungan,
sedangkan pengelolaan lahan untuk meningkatkan produktivitas tambak. Data yang
diperlukan untuk analisis kesesuaian lahan tambak yaitu data sekunder berupa
peta jenis tanah dan peta curah hujan tahunan Provinsi Jawa Timur, peta
kelerengan, dan peta Rupabumi Indonesia kawasan Lamongan skala 1:50.000, dan
peta citra ALOS AVNIR-2 tahun 2009. Data primer atau data lapangan berupa
topografi, kualitas air, kualitas tanah, dan pasang surut. Stasiun pengamatan
dan pengambilan contoh ditentukan secara acak dan sistematik, yang setiap
stasiunnya ditentukan posisi koordinatnya dengan alat Global Positioning System
(GPS). Data primer dan sekunder dikumpulkan di dalam software dan dianalisis
secara spasial menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang
diintegrasikan dengan data penginderaan jauh (data citra satelit ALOS).
Berdasarkan hasil survai dan analisis menunjukkan bahwa lahan tambak udang
vaname sebagai komoditas unggulan Kabupaten Lamongan seluas 27.126,35 ha. Tidak
ada yang tergolong sangat sesuai (Kelas S3), yang tergolong cukup sesuai (Kelas
S2) seluas 24.550 ha, tersebar di Kecamatan Paciran, Brondong, Glagah,
Karangbinangun, Karanggeneng, Babat, Kalitengah, Turi, Deket, dan Sukodadi,
yang tergolong kurang sesuai seluas 2.576,35 ha; terdapat di Kecamatan Sekaran,
Maduran, dan Lamongan. Tambak di Kabupaten Lamongan umumnya lama tergenang,
tidak memiliki saluran irigasi dan adanya unsur-unsur toksik di dasar tanah
tambak sehingga tanah dan airnya perlu diremediasi melalui pengeringan, perendaman,
pencucian dan pengapuran.
Keywords: kesesuaian lahan;
tambak udang vaname; SIG; Lamongan
Penulis: Utojo, Andi
Marsambuana Pirzan, Akhmad Mustafa
Kode Jurnal: jpperikanandd120627