KAJIAN SISTEM HETEROTROF PADA TEKNIK PENDEDERAN UDANG GALAH ( Macrobrachium rosenbergii ) DENGAN FREKUENSI INOKULASI BAKTERI BERBEDA
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui padat tebar benih udang galah optimum dan frekuensi
inokulasi bakteri yang terbaik pada pendederan udang galah. Penelitian
dilakukan dalam dua tahap, dengan rancangan acak lengkap. Tahap pertama padat
tebar berbeda (1 ekor/L, 2 ekor/L, 3 ekor/L, dan 4 ekor/L) dan tahap kedua
adalah inokulasi bakteri dengan frekuensi berbeda yaitu: A. inokulasi bakteri
di awal, B. inokulasi bakteri 3 hari sekali, dan C. inokulasi bakteri 6 hari
sekali. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Penelitian dilakukan dengan
menggunakan wadah fiberglass berbentuk kerucut
bervolume 60 L dan hewan uji yang digunakan adalah pasca larva udang
galah umur 15 hari dengan bobot rata-rata 0,0096±0,052 g dan panjang standar
rata-rata 0,77±1,35 cm. Hasil analisis ANOVA pada tahap pertama menunjukkan
bahwa perlakuan padat tebar memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap
sintasan dan total biomassa benih, yaitu: A. (22,67%; 2,5245 g); B.
(10,37%/hari; 2,0590 g); C. (36,22%/hari; 8,2114 g); dan D. (9,84%/hari; 3,1395
g), namun terhadap laju pertumbuhan harian tidak memberikan pengaruh nyata
(P>0,05) dengan nilai sebagai berikut: A. 3,4228%/hari; B. 4,0277%/hari; C.
3,8016%/hari; dan D. 4,2493%/hari. Adapun hasil analisis pada tahap kedua
menunjukkan bahwa perlakuan inokulasi bakteri dengan frekuensi berbeda
memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap sintasan dan total biomassa,
yaitu: A. (64% dan 13,0381 g); B. (6,29%; 1,1944 g); dan C. (15,67%; 3,2423 g),
namun terhadap laju pertumbuhan harian tidak memberikan pengaruh nyata
(P>0,05) dengan nilai sebagai berikut: A. 3,3962%/hari; B. 3,2332%/hari; dan
C. 3,1262%/hari. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa padat tebar dan
frekuensi inokulasi bakteri yang memberikan hasil terbaik adalah padat tebar 4
ekor/L dan inokulasi bakteri di awal pemeliharaan saja.
Keywords: udang galah; padat
tebar; inokulasi bakteri
Penulis: Asep Sopian, Ikhsan
Khasani, Fajar Anggraeni
Kode Jurnal: jpperikanandd120538