DISTRIBUSI SPASIAL POTENSIAL REDOKS PADA DUA KEDALAMAN BERBEDA DI LAHAN TAMBAK KABUPATEN GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR
Abstract: Produksi ikan dari
budidaya air payau di Kabupaten Gresik pada tahun 2009 turun drastis
dikarenakan pertumbuhan ikan sangat lambat, sebagai akibat penurunan daya
dukung lahan. Penumpukan bahan organik di pelataran tambak dapat diakibatkan
oleh pakan dan pupuk. Tingginya kandungan bahan organik berhubungan dengan
kondisi hidrologis lahan yang sering tergenang. Kondisi tanah yang bahan
organiknya relatif tinggi menyebabkan proses reduksi pada musim hujan dan
oksidasi pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
distribusi spasial potensial redoks yang tersebar di lahan tambak Kabupaten
Gresik dengan membandingkan dua kedalaman yang berbeda untuk selanjutnya mendapatkan
teknik pengelolaan lahan tambak yang tepat. Penelitian dilaksanakan di
Kabupaten Gresik pada 11 Kecamatan pada bulan April 2011. Pengukurandan
pengambilan contoh tanah dilakukan pada 63 titik yang tersebar di 11 kecamatan
di Kabupaten Gresik. Potensial redoks tanah di lahan tambak Kabupaten Gresik
rata-rata bernilai negatif karena diukur dalam kondisi tergenang. Potensial
redoks pada kedalaman 0-20 cm (-110 mV) lebih rendah daripada kedalaman 20-40
cm (-15 mV). Pada kedalaman 0-20 cm potensial redoks yang bernilai positif
hanya di dua kecamatan yaitu Kecamatan Cerme dan Duduk Sampeyan sedangkan pada
kedalaman 20-40 cm potensial redoks bernilai positif di sebagian besar
kecamatan yaitu di Kecamatan Sidayu, Dukun, Bungah, Manyar, Duduk Sampeyan, dan
Cerme. Disarankan untuk mereklamasi tambak, baik dengan pengangkatan lumpur di
pelataran tambak atau pembalikan tanah sebelum dilakukan budidaya.
Keywords: distribusi spasial;
potensial redoks; tanah; tambak; Kabupaten Gresik
Penulis: Kamariah, Erna
Ratnawati, Ilham Halid
Kode Jurnal: jpperikanandd120630