DISTRIBUSI SPASIAL PIRIT (FeS2) PADA LAHAN TAMBAK DI KECAMATAN BONTOA KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
Abstract: Kecamatan Bontoa
merupakan wilayah yang terdiri atas pesisir dan topografi datar. Pada umumnya
kondisi lahan di Kecamatan Bontoa adalah daerah dataran rendah sebagian besar
digunakan/dimanfaatkan sebagai lahan tambak, sawah tadah hujan, dan untuk
pertanian padi sawah dan palawija. Tanah sulfat masam biasanya dapat dijumpai
pada kondisi lahan seperti ini, terutama daerah sekitar pantai atau
sungai-sungai besar dan biasanya masih mendapat pengaruh dari pasang-surutnya
air laut. Tanah sulfat masam adalah nama umum yang diberikan kepada tanah atau
sedimen yang mengandung pirit. Banyaknya masalah yang ditimbulkan oleh pirit
menunjukkan bahwa umumnya produktivitas tambak masih tergolong rendah. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran pirit yang terdapat di
lahan tambak Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros yang selanjutnya berguna sebagai
informasi lahan yang perlu dikelola atau diremediasi untuk mengurangi kemasaman
tanah. Sebanyak 52 titik pengukuran dan contoh tanah telah diambil secara acak
sederhana. Hasil penelitian menunjukkan kandungan pirit yang relatif tinggi
dijumpai di bagian utara Kecamatan Bontoa yaitu di Desa Ampekale dan Desa
Tuppabiring. Tingginya kandungan pirit didesa-desa tersebut karena masih
dipengaruhi oleh pasang-surut sehingga meninggalkan endapan liat dari sungai
begitu pula dari akar bakau, juga sebagai akibat kandungan bahan organik yang
merupakan sumber karbon bagi bakteri dalam pembentukan pirit. Kandungan pirit
yang relatif rendah di Desa Pajukukang dan Desa Bonto Bahari yang kebanyakan
tambaknya merupakan konversi dari sawah.
Keywords: distribusi spasial;
tanah; tambak; Kabupaten Maros
Penulis: Kamariah, Anugriati, Makmur,
Mat Fahrur
Kode Jurnal: jpperikanandd120625