Analisis Energi pada Proses Prapanen Tebu (Studi Kasus di PT. PG. Rajawali II Unit PG. Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat)
Abstrak: Industri merupakan
salah sektor yang paling banyak menggunakan energi. Sektor industri membutuhkan
44 % dari total ketersediaan energi nasional. Industri gula tebu merupakan
salah satu dari 10 jenis industri yang paling banyak menggunakan energi
sehingga diperlukan analisis penggunaan energi pada industri gula untuk dapat
meningkatkan efisiensi penggunaan energi serta menekan biaya penggunaan energi.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penggunaan energi dan
mengidentifikasi kemungkinan penghematan energi pada kegiatan prapanen tebu
dengan metode analisis deskriptif. Analisis energi dihitung berdasarkan
penggunaan energi pada setiap kegiatan prapanen tebu mulai dari proses
pengolahan tanah hingga proses pengangkutan ke pabrik. Hasil penelitian ini
dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan jenis tanaman tebu plant cane (PC) dan
ratoon cane (RC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prapanen tebu PC
menggunakan energi sebesar 55.192,73 MJ/ha dengan energi spesifik tanaman tebu
PC sebesar 731,19 MJ/ton. Pada prapanen tebu RC menggunakan energi sebesar
43.054,14 MJ/ha dengan energi spesifik tanaman tebu RC sebesar 620,38 MJ/ton.
Penulis: Adams Rizan Abdalla,
Totok Herwanto, Muhammad Saukat, Handarto Handarto
Kode Jurnal: jppertaniandd170501