KAJIAN DISTRIBUSI AIR PADA TANAH ANDOSOL MENGGUNAKAN TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS) DENGAN JUMLAH PEMBERIAN AIR YANG BERBEDA
ABSTRAK: Mengetahui distribusi
air pada tanah pertanian cukup penting sebagai salah satu pertimbangan dalam
memberikan air irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji distribusi air
pada tanah Andosol menggunakan tanaman cabai rawit dengan jumlah pemberian air
yang berbeda dan pengaruhnya terhadap produksi tanaman cabai rawit. Parameter
yang diamati adalah sifat fisik tanah, kadar air kapasitas lapang,
evapotranspirasi, distribusi air tanah dan berat kering tanaman. Hasil
penelitian menunjukkan tanah Andosol bertekstur lempung liat berpasir. Kadar
air kapasitas lapang (KL) volumetrik tanah 45,42%. Evapotranspirasi tanaman
cabai rawit pada umur 30-40 hari dan umur 41-75 hari sebesar 1,54 mm/hari dan
1,44 mm/hari. Distribusi air tanah dengan perlakuan 100% KL, 80% KL dan 60% KL
pada tanaman umur 30-40 hari, berturut-turut berkisar antara 49,13%-52,51%,
40,38%-48,61% dan 30%-42,36%, dengan kadar air tertinggi terdapat pada lapisan
tanah 0-5 cm. Untuk tanaman umur 41-75 hari, distribusi air tanah pada
perlakuan 100% KL berkisar antara 45,2%-56,04%, dengan kadar air tertinggi
terdapat pada lapisan 5-10 cm, sedangkan pada perlakuan 80% KL dan 60% KL
distribusi air tanah berturut-turut berkisar antara 44,32%-47,82% dan
36,47%-39,80% dengan kadar air tertinggi terdapat pada lapisan 0-5 cm. Berat
kering tanaman tertinggi diperoleh pada perlakuan 80% KL sebesar 1,37 g untuk
tanaman umur 30-40 hari dan 5,62 g untuk tanaman umur 41-75 hari.
Penulis: Indah Khairani
Siregar, Sumono, Sulastri Panggabean
Kode Jurnal: jppertaniandd170075