Permainan Edukasi Labirin Virtual Reality Dengan Metode Collision Detection Dan Stereoscopic
Abstrak: Pengetahuan umum adalah pengetahuan yang
diketahui sebagian besar masyarakat. Survei LIPI Tahun 2015 menyatakan 54% dari
1.829 responden kurang paham terhadap informasipengetahuan dan teknologi.
Sebagian besar Masyarakat Indonesia lebih memilih menggunakaninternet untuk
media sosial dibandingkan mencari informasi seputar pengetahuan atau isu-isu di
masyarakat [1]. Masalah ini dapat diatasi dengan media edukasi yang lebih
interaktif, sehingga dapat menambah wawasan pengetahuan umum dengan cara yang
menyenangkan. Virtual Reality merupakan teknologi yang mampu menciptakan
lingkungan virtual yang interaktif.Virtual Reality digunakan untuk menciptakan
permainan edukasi Labirin bernama LabirinVR. LabirinVR dibuat menggunakan SDK
GoogleVR dengan Metode Collision Detection dan Penglihatan Stereoscopic.
Interaksi permainan memanfaatkan sensor Accelerometer danGyroscope. Aplikasi
mampu menambah kemampuan berpikir, kreativitas, serta wawasanpengetahuan umum
Indonesia dan dunia. Hasil pengujian fungsi aplikasi adalah 100% valid danpenilaian
aplikasi memiliki tingkat kelayakan 98%, sehingga aplikasi memiliki nilai UAT
(User Acceptence Test) [2] yang baik, serta diterima dan digunakan masyarakat.
Penulis: Sang Gde Aditya
Bhaskara
Kode Jurnal: jptkomputerdd170012