STUDI KARAKTERISASI LAJU KOROSI LOGAM ALUMINIUM DAN PELAPISAN DENGAN MENGGUNAKAN MEMBRAN SELLULOSA ASETAT
Abstrak: Korosi terjadi akibat
adanya reaksi oksidasi dan reduksi antara material dengan lingkungannya. Reaksi
oksidasi diartikan sebagai reaksi yang menghasilkan elektron dan reduksi adalah
antara dua unsur yang mengikat elektron . Korosi merupakan peristiwa yang tidak
mungkin dielakan dalam kehidupan baik dalam lingkungan industri maupun rumah
tangga. Korosi tidak dapat dihilangkan, namun dapat dikendalikan lajunya.
Secara teoritis, menurut tabel deret volta, Aluminium merupakan logam yang
mudah terkorosi. Pada penelitian ini dilakukan upaya untuk mengkarakterisasikan
jenis korosinya dengan menggunakan media asam lemah (asetat), asam kuat (HCl), dan basa kuat (KOH). Pada percobaan
dengan menggunakan media asam lemah (asetat), korosiyang terjadi adalah korosi
sumuran (pitting corrosion). Pada percobaan menggunakan media asam kuat(HCl),
pada konsentrasi rendah yang terjadi adalah korosi sumuran, sedangkan pada
konsentrasi tinggiyang terjadi adalah korosi erosi. Salah satu metode
pencegahan terjadinya korosi yaitu denganmenggunakan metode pelapisan
(coating). Pada penelitian ini, upaya yang dilakukan untukmemperlambat laju
korosinya adalah dengan cara melapisi logam dengan “Sellulosa Asetat”(CA).Sellulosa
asetat terdiri dari powder sellulosa dilarutkan dengan asam asetat 99%,
kemudian diaplikasikan pada logam aluminium. Hasil percobaan perendaman dengan
media asam asetat, yangterjadi adalah bahwa sellulosa asetat membuat laju
korosi semakin meningkat sebesar 54% dibandingsebelum dilapisi. Pada percobaan
perendaman dengan menggunakan asam HCl, sellulosa asetat mampu memperlambat
laju korosi sebesar 47.479%. Dan pada percobaan perendaman dengan larutanKOH,
efisiensi inhibisinya mencapai 255% lajunya lebih cepat dibandingkan sebelum
dilapisi. Hal ini terjadi dikarenakan adanya proses deasetilasi dimana proses
ini adalah proses terputusnya gugus asetilpada membran sellulosa asetat
sehingga kemampuan menempel pada permukaan logam menjadi menurun.
Penulis: Andarany Kartika Sari
Kode Jurnal: jptmesindd170243