PENGGUNAAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) DALAM PEMBELAJARAN OTOMOTIF UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 WADASLINTANG
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan proses penerapan metode Number Head
Together (NHT) pada mata pelajaran sistem bahan bakar konvensional sepeda motor
pada siswa kelas XI Siswa SMK Negeri 1 Wadaslintang. (2) mendeskripsikan
peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan
menggunakan metode Number Head Together (NHT) pada mata pelajaran sistem bahan
bakar konvensional sepeda motor pada siswa kelas XI Siswa SMK Negeri 1
Wadaslintang. (3) mendeskripsikan peningkatan aktivitas siswa dalam belajar
setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode Number Head Together
(NHT) pada mata pelajaran sistem bahan bakar konvensional sepeda motor pada
siswa kelas XI Siswa SMK Negeri 1 Wadaslintang. (4) mendeskripsikan peningkatan
kerjasama siswa dalam belajar setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan
metode Number Head Together (NHT) pada mata pelajaran sistrtem bahan bakar
konvensional sepeda motor pada siswa kelas XI Siswa SMK Negeri 1
WadaslintangJenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek
dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR SMK Negeri 1 Wadaslintang.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa lembar hasil
observasi sebelumnya dan soal tes dan diujikan menggunakan validitas instrumen.
Observasi dilakukan dengan mengacu pada lembar observasi. Instrumen tes yang
digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis, yaitu sejumlah pertanyaan
dan disusun berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan.Hasil dari
penelitian ini menunjukkan pada siklus I, angka ketuntasan siswa naik 12,13%
(bertambah 4 siswa dari siklus awal). Dan pada siklus II, angka ketuntasan
siswa naik 48,48% (bertambah 16 siswa dari siklus I). Pada siklus I, nilai
rata-rata mengalami kenaikan sebesar 5,00 dari studi awal. Dan pada siklus II,
nilai rata-rata mengalami kenaikan sebesar 6,67 dari sikulus I (atau bertambah
11,67 dari studi awal). Ketuntasan siswa dalam aktivitas pada studi awal, siswa
yang menunjukkan aktivitas belajar 13 siswa atau 39,39%. Pada siklus I, siswa
yang menunjukkan aktivitas belajar 17 siswa atau 51,52%. Pada siklus II, siswa
yang menunjukkan aktivitas belajar 33 siswa atau 100%. Pada studi awal ke
siklus I, aktivitas belajar siswa naik 12,13%. Pada siklus I ke siklus II,
aktivitas belajar siswa naik 48,48%; Ketuntasan siswa dalam hal kerjasama pada
studi awal, siswa yang menunjukkan kerjasama belajar 11 siswa atau 33,33%. Pada
siklus I, siswa yang menunjukkan kerjasama belajar 19 siswa atau 57,58%. Pada
siklus II, siswa yang menunjukkan kerjasama belajar 33 siswa atau 100%. Pada
studi awal ke siklus I, kerjasama belajar siswa naik 24,25%. Pada siklus I ke
siklus II, kerjasama belajar siswa naik 42,42%;
Penulis: Singgih Haryono
Kode Jurnal: jptmesindd170150