PENGARUH KADAR AIR TERHADAP HASIL PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE COMPOSTER TUB
Abstrak: Pengelolaan terhadap
sampah harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak mencemarilingkungan.
Banyaknya pepohonan yang ada di sekitar kita menyebabkan banyaknya sampah daunyang
dihasilkan. Sampah daun merupakan salah satu sampah organik yang dapat
dijadikan kompos.Pengomposan dapat dilakukan dengan memvariasikan faktor-faktor
yang mempengaruhi prosesnya, diantaranya adalah kadar air, ukuran bahan dan
metode pengomposan. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menganalisis
pengaruh kadar air terhadap pengomposan sampah organik yaitu sampah daun kering
dan menentukan kadar air optimum untuk pengomposan sampah organik berupa daun
kering. Pengomposan dilakukan dengan menggunakan MOL tetes tebu dan
memvariasikan kadar air (kadar air 40%, 50%, 60%). Ukuran bahan dicacah menjadi
ukuran 1 cm. Waktu pengomposan berlangsung selama 30 hari menggunakan metode
composter tub. Pengukuran suhu, pH dan kadar air dilakukan setiap hari.
Berdasarkan hasil penelitian, kadar air yang optimum adalah 50% dengan hasil
kadar COrganik sebesar 31,883%, kadar N-Total sebesar 1,908%, rasio C/N sebesar
16,714, kadar P-Total sebesar 0,162%, dan kadar K-Total sebesar 1,276%.
Sedangkan untuk hasil pengujian toksisitasmenggunakan uji GI, nilai GI pada
kadar air 50% adalah 104,69 yang menunjukkan bahwa kompos bebas toksik, sudah
matang dan stabil. Kemudian dari hasil uji mikrobiologi menunjukan bahwa jumlah
total koliform yang ada pada kompos tidak lebih dari 1000 MPN/gr yaitu 27
MPN/gr.
Penulis: Sindi Martina Hastuti,
Ganjar Samudro, Sri Sumiyati
Kode Jurnal: jptmesindd170242