PENGARUH DIAMETER FILLER DAN ARUS PADA PENGELASAN TIG TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA KARBON RENDAH
Abstract: Terdapat berbagai
jenis pengelasan yang dapat digunakan dalam prosespenyambungan logam, salah
satunya adalah TIG (Tungsten Inert Gas). TIG yang juga biasadisebut GTAW (Gas
Tungsten Arc Welding) adalah jenis pengelasan yang menggunakan panas dari nyala
pijar yang terbentuk antara elektroda tungsten yang tidak terumpan dengan menggunakan
gas mulia sebagai pelindung terhadap pengaruh luar pada saat prosespengelasan.
Elektroda las menggunakan batang wolfram yang dapat menghasilkan busurlistrik
tanpa ikut mencair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
variasiarus dan diameter filler (kawat las) terhadap pengelasan baja karbon
rendah. Penelitian ini mengunakan las TIG dengan filler jenis ER 309L
berdiameter 1,2 mm, 1,6 mm, 2,0 mm dan 2,4 mm. Bahan yang akan dilas adalah
bahan baja karbon rendah dengan kuat tarik bahan sebesar 36,37 kgf/mm2. Saat
proses pengelasan, kuat arus yang yang divariasikan denganfiller adalah 80A,
100A dan 120A. Kampuh yang dipakai adalah jenis kampuh V dengan sudut 900.
Untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan tersebut, spesimen pengelasandilakukan
pengujian tarik dan foto stuktur mikro. Kuat tarik sambungan las tertinggiditunjukkan
pada pengelasan yang menggunakan filler berdiamater 1,6 mm dengan kuat arus 120
A dengan kuat tarik sambungan sebesar 41,74 kgf/mm2. Kuat tarik terendah
didapatkan pada pengelasan yang menggunakan diameter filler 2,0 mm sebesar
39,71 kgf/mm2 dengan mengunakan kuat arus 120A. Pengamatan struktur mikro
difokuskan pada daerah HAZ (HeatAffected Zone). Pada spesimen pengelasan yang
mengunakan diameter filler 1,6 mm dengan variasi kuat arus sebesar 80A, 100A
dan 120 A. Terjadi peningkatan jumlah butiran ferit danmengecilnya butiran
ferit di daerah HAZ pada setiap kenaikan arus dalam pengelasan.
Penulis: Eko Budiyanto, Eko
Nugroho, Achmad Masruri
Kode Jurnal: jptmesindd170256