EVALUASI JARINGAN PERPIPAAN TRANSMISI AIR BAKU DI KABUPATEN KARANGASEM

ABSTRACT: Kebutuhan manusia terhadap air pada saat ini sangatlah besar baik untuk dikonsumsi maupun untuk menunjang kehidupan manusia. Pemerintah telah melakukan perencanaan dan melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana jaringan transmisi pipa air baku di tahun anggaran 2006 sampai tahun anggaran 2014. Sejak selesainya kontruksi, muncul beberapa masalah seperti, tingkat kebocoran - kebocoran air yang dialami pipa, oleh karena itu jaringan pipa yang ada di Kabupaten Karangasem yang berfungsi mentransmisikan air bersih yang memenuhi kebutuhan masyarakat perlu untuk di evaluasi kembali terhadap jaringan pipa sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan beberapa tahapan yaitu pengukuran secara langsung dan tidak langsung dilapangan. Persiapan tidak langsung dilakukan dengan melihat data awal dari asbuilt drawing, pengukuran langsung dilakukan dengan cara survey lokasi yaitu dengan pencatatan fitting persegmen yang ada di jaringan transmisi pipa dan pengukuran elevasi pada masing – masing diameter pipa dan jarak stasioner. Tahap berikutnya adalah menganalisa tekanan hanya berdasarkan beda tinggi dan menganalisa tekanan dengan adanya fitting. Pengukuran langsung dilapangan dan analisa dalam menentukan tekanan pada jaringan transmisi pipa air baku telah dilakukan dengan cara pengukuran  elevasi akhir pipa dari segmen A (pipa GIP Ø 700 mm) di elevasi 914,428 dengan panjang pipa 5.869 m ; akhir pipa segmen B (pipa HDPE Ø 710 mm) pada elevasi 924,907 m dengan panjang pipa 3.810 m; akhir pipa segmen C (pipa HDPE Ø 630 mm) pada elevasi 819,61 m dengan panjang pipa 2.376 m dan akhir pipa segmen D (pipa HDPE Ø 560 mm) pada elevasi 929 m dengan panjang pipa 3.314 m. Jaringan transmisi pipa air baku di Kabupaten Karangasem menunjukkan bahwa secara analisis perhitungan penyetingan pada gate valve, tekanan pada perpipaan yang sudah terpasang masih dalam keadaan aman dari tekanan berlebih yang melebihi tekanan nominal pipa dan jika masih diperlukan untuk menurunkan tekanan di jaringan transmisi air baku maka secara operasional bisa dilakukan yaitu dengan membuka setengah gate valve, yang akan mampu menurunkan tekanan air dalam pipa,  sehingga sistem penyediaan air baku dapat berfungsi dengan baik.
KEYWORDS: Jaringan Perpipaan Transmisi; Elevasi; Tekanan; Transmission Pipeline Network; Elevation; Pressure
Penulis: Agus Adi Putra, Ainul Ghurri, I Gusti Ngurah Priambadi
Kode Jurnal: jptmesindd160169

Artikel Terkait :