DAMPAK PUSAT PERBELANJAAN SAKURA MART TERHADAP KINERJA RUAS JALAN TRANS SULAWESI DI KOTA AMURANG
Abstract: Kota Amurang adalah
ibukota Kabupaten Minahasa Selatan yang
merupakan pusat kegiatan baik perekonomian, pendidikan bahkan kegiatan lainnya
di Kabupaten Minahasa Selatan. Oleh karena itu, perlu diimbangi dengan berbagai
fasilitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan warga kota. Dari semua sarana
fasilitas umum yang ada, pusat perbelanjaan, merupakan sesuatu hal yang
tentunya sangat dibutuhkan keberadaanya. Kota Amurang saat ini memiliki salah
supermarket yang paling ramai di kota ini dan terletak didekat Jalan Trans
Sulawesi. Pusat perbelanjaan yang dimaksud adalah Sakura Mart. Dengan adanya Sakura Mart ini maka banyak
penduduk baik didalam kota maupun dari daerah pinggiran kota ini ke wilayah
kota Amurang. Hal ini menyebabkan meningkatnya jumlah lalu lintas yang
mengakibatkan banyaknya kendaraan yang berhenti untuk menaikkan dan menurunkan
penumpang, adanya pejalan kaki yang menyeberang jalan, dan aktivitas kendaraan
yang keluar masuk jalan utama, sehingga menyebabkan menurunnya kecepatan lalu
lintas dan kapasitas jalan tersebut.
Studi yang dilakukan dalam penelitian ini bersifat riset yang dilakukan
di ruas jalan Trans Sulawesi selama tujuh (7) hari survei. Survei dilakukan
pada pukul 06.00 - 22.00 dan bertujuan untuk mengetahui volume, kecepatan,
hambatan samping dan Kinerja ruas jalan tersebut dengan hambatan samping
eksisting dan kinerja ruas jalan tanpa hambatan samping. Teknik analisa data
dilakukan dengan menggunakan MKJI 1997.
Berdasarkan hasil survei, diperoleh hasil penelitian yaitu volume (Q)
puncak berkisar antara 1154 smp/jam sampai 1412 smp/jam dengan volume puncak
tertinggi terjadi pada hari Senin, 22 Februari 2016. Kecepatan rata-rata
berkisar pada 13,01 km/jam – 33,99 km/jam. Dalam menganalisa kinerja ruas jalan
Trans Sulawesi dengan menggunakan MKJI (1997), ditinjau dari kapasitas dan
derajat kejenuhan untuk kondisi hambatan samping eksisting diperoleh kapasitas
2044 smp/jam, dengan derajat kejenuhan sebesar 0,69 Sedangkan pada kondisi
tanpa hambatan samping diperoleh kapasitas 2248 smp/jam, dengan derajat
kejenuhan 0,63.
Penulis: Meila Femina
Katihokang, James A. Timboeleng, Theo K. Sendow
Kode Jurnal: jptsipildd160339