ASESMEN MATURITAS MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN PADA KONTRAKTOR KECIL DAN MENENGAH
Abstrak: Perusahaan konstruksi
(kontraktor) memiliki peranan penting dan tanggung jawab dalam kesuksesan
proyek. Sampai saat ini masih ditemukan adanya keterlambatan pelaksanaan
proyek, salah satu penyebabnya kurangnya penanganan risiko pada perusahaan.
Oleh karena itu kontraktor dituntut harus menyadari dan memperhatikan potensi
risiko atas proyek yang ditanganinya agar dapat meminimalisasi risiko dan
membantu pencapaian tujuan.Tata kelola manajemen risiko yang baik akan memberikan
informasi dan indikasi terhadap kemungkinan risiko yang akan terjadi pada perusahaan,
sehingga dapat dilakukan pencegahan dan evaluasi dini untuk meminimalisasi
kerugian dan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi kriteria, mengukurtingkat maturitas serta memberikan
rekomendasi terhadap kelemahan penerapan manajemen risiko.Hal ini dilakukan
agar dapat mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan, sehingga dapat dilakukan
tindakan untuk meningkatkan peforma perusahaaan. Model penilaian maturitas
diadopsi dari model yang dikembangkan oleh Zhao. Model ini dilakukan
berdasarkan pendekatan manajemen risiko perusahaan (ERM) yang menekankan bahwa
risiko harus dikelola oleh semua pihak perusahaan dan sesuai dengan tujuan yang
ingin dicapai. Terdapat 16 kriteria untuk mengukur level maturitas pada kontraktor
kecil dan menengah, yang dikukur kedalam lima level, yaitu; sangat lemah,
lemah, menengah, baik dan optimal.
Penulis: Misbah
Kode Jurnal: jptmesindd170242