ANALISIS KEHILANGAN TEMPERATUR PADA ASPAL HOTMIX SELAMA PERJALANAN KE LOKASI PENGHAMPARAN

Abstrak: Aspal hot mix sering digunakan sebagai bahan pelapis permukaan (surface) kontruksi perkerasan jalan, di indonesia penggunaannya dari tahun ke tahun semakin meningkat, tidak terkecuali di Aceh pembangunan jalan dengan memakai Aspal hot mix sangat diperioritaskan setelah gempa dan stunami pada 26 Desember 2014, seiring pertambahan anggaran untuk kontruksi jalan baik dari sumber dana hibah luar negeri, APBN, OTSUS, MIGAS, APBA, maupun APBK. Akibat keterbatasan instalasi AMP dan jauhnya letak instalasi Aspalt Mixing Plant (AMP) dengan lokasi pekerjaan (penghamparan) salah satu penyebab banyaknya kehilangan temperatur selama perjalanan ke lokasi pekerjaan, sehingga menyebabkan turunnya kwalitas pekerjaan permukaan jalan. Untuk mengetahui kateristik kehilangan panas pada aspal hot mix dilakukan penelitian dengan membuat dua buah tempat uji, pertama terbuat dari plat baja, kedua terbuat dari plat baja dilapisi isolasi, masing-masing benda uji di isi aspal hot mix dengan temperatur sesuai dengan (Spesifikasi Umum 2010 Devisi 6 Pekerjaan Aspal), temperatur aspal hot mix diukur dengan alat pengukur suhu thermometer baik dalam posisi diam di instalasi AMP maupun dalam posisi diperjalanan pada saat pengangkutan dengan rentang 0, 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90,100, 110,120,130, 140, 150,160,170, 180,190, 200, 210, 220, 230, dan 240 menit
Kata kunci: Asphalt hot mix, Temperatur, Waktu
Penulis: Muhammad
Kode Jurnal: jptsipildd160517

Artikel Terkait :