ANALISA KINERJA THERMAL KOLEKTOR SURYA BERBASIS PIPA KALOR

ABSTRACT: Salah satu pemanfaatan energi matahari adalah sistem pemanas air energi surya (solar water heater). Solar water heater yang banyak digunakan adalah solar water heater konvensiaonal dimana untuk mensirkulasikan fluida kerja pada kolektor surya menggunakan pompa sehingga masih menggunakan energi listrik yang sebagian besar bersumber dari energi fosil. Untuk mengurangi penggunaan energi listrik yang bersumber dari fosil tersebut sudah banyak dikembangkan solar water heater dengan menggunakan evacuated tube collectors yang memanfaatkan sirkulasi fluida secara alami. Karena sirkulasi fluida kerja pada evacuated tube collectors hanya memanfaatkan efek grafitasi dan lintasan uap dan cairan pada lintasan yang sehingga terjadi kekeringan dan kollektor menjadi tidak berfungsi. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, pipa kalor memang memiliki keunggulan tersendiri. Keuntungan dalam pemanfaatan pipa kalor sebagai penukar kalor atau pendingin diantaranya siklus pemindahan kalor yang relatif lebih singkat, kekompakan dimensi, menigkatkan koefisien perpindahan kalor yang cukup tinggi serta tidak diperlukannya daya tambahan karena sirkulasi terjadi secara natural. Dalam penelitian ini kolektor surya dibuat menggunakan tabung kaca yang divakum dengan berbasis pipa kalor yang kemudian dirangkaikan sehingga menjadi sistem pemanas air yang berbasis pipa kalor. Dari hasil pengujian kolektor surya berbasis pipa kalor mampu memanaskan air hingga temperatur 71oC dengan laju aliran air 1 lpm. Hambatan termal tertinggi terjadi pada pukul 09.00 sebesar 0,388 Watt/oC, terkecil pada pukul 14.30 sebesar 0,027 Watt/oC.
KEYWORDS: Kolektor surya; pipa kalor; tabung vakum; solar collectors; heat pipe; vacuum tube
Penulis: I Made Suinata, Wayan Nata Septiadi, K. G. Wirawan
Kode Jurnal: jptmesindd160166

Artikel Terkait :