POLEMIK ARTIKEL BELADJAR MEMAHAMI SUKARNOISME KARYA SAYUTI MELIK TAHUN 1964
Abstrak: Sayuti Melik dikenal
sebagai tokoh yang mengetik naskah proklamasi kemerdekaan dan tokoh PNI
sekaligus pribadi yang dekat dengan Sukarno. Pada masa Demokrasi Terpimpin, ia
menulis artikel bersambung yang berjudul Beladjar Memahami Sukarnoisme dan
menimbulkan dampak besar yaitu sebuah pergolakan dalam bidang pers.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Apa latar belakang
terjadinya pergolakan pers di Indonesia tahun 1964? (2) Bagaimana esensi
tulisan Beladjar Memahami Sukarnoisme karya Sayuti Melik dalam pergolakan pers
di Indonesia? (3) Bagaimana peran Badan Pendukung Sukarnoisme (BPS) dalam
mendukung artikel bersambung Beladjar Memahami Sukarnoisme karya Sayuti Melik?
Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian sejarah dengan
langkah-langkah heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi untuk
mengungkapkan permasalahan yang diteliti.
Hasil penelitian menjelaskan bagaimana Sayuti Melik melalui artikelnya
ingin menunjukkan kepada masyarakat agar dapat memisahkan ajaran
Marxisme-Leninisme dengan Sukarnoisme. Sayuti Melik menilai bahwa terdapat
perbedaan antara Sukarnoisme dan Marxisme dalam segi filosofis. Sukarnoisme
menerapkan dialektis idealisme dan dialektis materialisme secara bersamaan,
sedangkan Marxisme hanya menggunakan dialektis materialisme saja.
Artikel ini dipublikasikan pertama kali di surat kabar Berita Indonesia
dan diikuti oleh sekitar 50 surat kabar di seluruh Indonesia. Penyebarluasan
artikel ini dilakukan oleh BPS dan mendapat reaksi tentangan dari PKI karena
dianggap sebagai komunisto-phobi. Setelah itu pers Indonesia menjadi
terpolarisasi menjadi pendukung artikel Sayuti Melik dan pendukung PKI. Dimulai
pada Juli 1964 hingga Desember 1964, surat kabar PKI yaitu Harian Rakjat dengan
pers BPS terutama Berita Indonesia dan Merdeka saling mengkritik terkait dengan
bagaimana ajaran-ajaran Sukarno yang paling benar.
Penulis: DAVID NURMANSYAH
Kode Jurnal: jpsejarahdd170093