PENGARUH KONTAMINAN AIR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS PADA MINYAK TRANSFORMATOR DAN MINYAK KELAPA MURNI
Abstract: Isolasi adalah sifat
bahan yang dapat memisahkan secara elektris dua buah penghantar agar tidak
terjadi lompatan listrik. Apabila tegangan yang diterapkan mencapai tingkat
ketinggian tertentu akan terjadi breakdown yang menyebabkan aliran arus dalam
bahan isolasi, bahan isolasi tersebut gagal melaksanakan fungsinya sebagai
isolasi. Isolasi cair berupa minyak banyak digunakan sebagai media isolasi dan
pendingin transformator. Isolasi cair pada umumnya menggunakan minyak mineral karena
mempunyai daya serap panas yang baik dan memiliki karakteristik dielektrik yang
bagus sebagai isolator, namun karena sifatnya yang kurang ramah lingkungan,
maka perlu dicari solusi untuk mengatasinya sehingga dicoba meneliti
karakteristik minyak organik dalam hal ini minyak kelapa murni sebagai
pengganti isolasi cair minyak mineral sekaligus untuk mengetahui pengaruh
kontaminan air terhadap parameter, seperti tegangan tembus, viskositas, dan
angka kenetralannya. Dari hasil pengujian minyak transformator baru dan minyak
kelapa murni diperoleh nilai tegangan tembus rata-rata, water content,
viskositas, dan kenetralan sebesar 55,9 kV, 18,1 ppm, 8,52 cSt, 0,0015 mgKOH/g
sedangkan minyak kelapa murni sebesar 13,6 kV, 1582,1 ppm, 27,3 cSt, 1,69
mgKOH/g. Pengaruh kontaminasi air 1% - 5% terhadap tegangan tembus minyak
transformator baru menurun hingga 6.06% -8,13% pada minyak kelapa murni.
Penulis: Andri Suherman, Herudin,
Endina Puspitasari
Kode Jurnal: jpfisikadd160589