KESULTANAN BIMA DI BAWAH PEMERINTAHAN SULTAN MUHAMMAD SALAHUDDIN TAHUN 1917-1942
Abstract: Sebelum kepemimpinan
Sultan Muhammad Salahuddin banyak masalah yang dihadapi oleh Sultan Ibrahim.
Sultan Ibrahim dipaksa pemerintahan Belanda untuk menandatangani isi perjanjian
kontrak panjang dan melakukan penarikan pajak secara paksa terhadap masyarakat
Bima. Kekejaman Belanda itu membuat Sultan Muhammad Salahuddin bertekad bahwa
nanti saat menjadi raja, akan membebaskan masyarakatnya dari kesengsaraan dan
penderitaan selama ini. Sultan Muhammad Salahuddin merupakan Sultan ke-14
memimpin pada tahun 1917-1942. Sosok Sultan Muhammad Salahuddin adalah seorang
pemimpin yang terus berusaha memajukan Kesultanan Bima. Sultan Muhammad
Salahuddin di mata masyarakat adalah seorang pemimpin yang berjuang dan
memperlakukan rakyat sama halnya dengan memperlakukan keluarga. Rumusan masalah
penelitian ini yaitu 1) Bagaimana keadaan Kesultanan Bima sebelum kepemimpinan
Sultan Muhammad Salahuddin, 2) Bagaimana usaha Sultan Muhammad Salahuddin
memajukan kesultanan Bima 1917-1942.
Metode yang dilakukan adalah pengumpulan sumber-sumber sejarah melalui
dua cara yaitu sumber primer diperoleh dari wawancara langsung dengan Keluarga
Raja Bima, arsip-arsip, peninggalan Sultan Bima. Sumber sekunder didapat dari
buku-buku, skripsi, dan jurnal online mengenai Sultan Muhammad Salahuddin
melawan Penjajahan Belanda di Bima.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan Kesultanan Bima sebelum
kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin melalui (a) Situasi ekonomi sosial
budaya masyarakat masa sultan sebelumnya yaitu masa Sultan Ibrahim seadaannya
memprihatinkan. Keadaan pertanian dan peternakan masyarakat Bima terbengkalai,
penarikan pajak secara paksa oleh Belanda. Sistem kepercayaan masayarakat Bima
mayoritas Islam, sehingga pendidikan pesantren terbatas untuk kalangan tertentu
saja; (b) Situasi politik adalah Sultan Ibrahim dipaksa mendatangani isi
perjanjian kontrak panjang oleh Belanda dan sejak itu Kesultanan Bima sudah
menjadi bagian dari wilayah pemerintahan Kolonial Belanda. Mulai saat itulah kekuasaan
di tangan Belanda dan terjadi perang seperti 1) Perang Ngali; 2) Perang Dena;
dan 3) Perang Kala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesultanan di bawah
kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin tahun 1917-1942 mengalami banyak
kemajuan yaitu dilihat dari usaha Sultan Muhammad Salahuddin memajukan Bima
melalui (a) Aspek pendidikan adalah mendirikan sekolah-sekolah umum dan sekolah
agama. Tujuan mencerdaskan dan membuka kesadaran masyarakat pentingnya
pendidikan bagi anak-anak mereka; (b) Aspek sosial adalah organisasi yang
dirikan Sultan ataupun tidak, bertujuan untuk menambahkan nilai-nilai nasional
dan semangat pada diri masyarakat untuk terus berjuang; (c) Aspek politik
adalah melakukan pengusiran terhadap pemerintah Belanda dan menjadikan Bima
lebih baik tanpa ada campur tangan bangsa lain terutama Belanda.
Penulis: RENI SAPUTRI
Kode Jurnal: jpsejarahdd160146