Analisis Kinerja Mesin Pendingin Termoakustik
Abstrak: Telah dilakukan
penelitian untuk menyelidiki osilasi suhu pada gelombang stasioner, mengukur
frekuensi resonansi pipa (resonator termoakustik) dan menguji sistem
termoakustik. Metode yang digunakan untuk menyelidiki osilasi suhu pada gelombang
stasioner adalah mengamati dan mengukur suhu di setiap titik dengan menggunakan
sensor LM 35DZ bersamaan dengan mengukur amplitudo pada tiap titik menggunakan
mic condensor. Metode yang digunakan untuk mengukur frekuensi resonansi adalah
meletakkan mic condensor pada posisi (10,00 ± 0,05) cm di ujung pipa kemudian
memvariasi frekuensi pada loudspeaker. Metode yang digunakan untuk menguji
sistem termoakustik adalah meletakkan sensor suhu LM 35DZ pada tandon panas dan
tandon dingin kemudian sistem dijalankan selama 100 menit. Hasil dari
penyelidikan osilasi suhu pada gelombang stasioner menunjukkan bahwa terdapat
beda suhu di posisi perut dan simpul gelombang stasioner yakni 0,2°C pada
kondisi sistem tidak terisolasi (tanpa selubung styrofoam) dan 1,2°C untuk
kondisi sistem terisolasi (dengan selubung styrofoam). Hasil dari pengukuran frekuensi
resonansi pipa menunjukkan bahwa pipa memiliki frekuensi resonansi sebesar
392,8408 Hz dengan letak perut gelombang stasioner berada pada posisi (19,00 ±
0,05) cm. Hasil dari pengujian sistem termoakustik pada suhu ruangan 29°C
menunjukkan bahwa beda suhu antara tandon panas dan tandon dingin setelah
sistem dijalankan selama 100 menit adalah 7,22°C.
Kata Kunci: gelombang
stasioner, osilasi suhu, frekuensi resonansi, tandon panas dan dingin, termoakustik
Penulis: Heldinawati Hanifa
Haq
Kode Jurnal: jpfisikadd160651