Uji Bakteri Simbiotik dan Nonsimbiotik Pelarutan Ca vs. P dan Efek Inokulasi Bakteri pada Anakan Turi (Sesbania grandiflora L. Pers.)

ABSTRAK: Bakteri penambat nitrogen yang dapat melarutkan fosfat dan memproduksi hormon IAA bermanfaat untuk pengkayaan pupuk organik hayati (POH). Tiga puluh isolat penambat nitrogen telah diisolasi dari tanah rizosfer tanaman di Gunung Salak Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bakteri penambat nitrogen simbiotik dan non simbiotik yang berpotensi melarutkan fosfor (P) dan memproduksi hormon IAA. Bakteri penambat N telah diuji untuk meningkatkan pertumbuhan turi (Sesbania grandiflora) selama pembibitan. Turi disebut pohon astringency, karena seluruh pohon ini berguna untuk reklamasi lahan, menghasilkan tanin, gum, resin, sayuran, obat-obatan, tonik, antipiretik, dan sebagai bahan pulp. Media Pikovskaya digunakan untuk mengevaluasi kemampuan bakteri penambat nitrogen untuk melarutkan fosfat. Pengaruh bakteri pada pertumbuhan bibit Sesbania grandiflora dievaluasi menggunakan percobaan pot. Pot berisi pasir steril yang disusun secara faktorial dengan 3 ulangan dan disiram dengan air suling steril yang mengandung larutan Muller di rumah kaca. Hasil penelitian menunjukan bahwa, populasi bakteri, indeks pelarutan P, dan PMEase tertinggi dihasilkan oleh Rhizobium, Azotobacter dan Azospirillum yang diisolasi dari rizosfer tanaman the. Isolat diidentifikasi sebagai Azotobacter chrococcum dan Azospirillum lipoferum serta Rhizobium sp. Semua isolate menghasilkan hormon pertumbuhan tanaman (IAA). Efek inokulan ABC (Azospirillum, Azotobacter, Rhizobium 1), ABD (Azospirillum, Azotobacter, Rhizobium 2), BCD (Azotobacter, Rhizobium 1, Rhizobium 2), dan ABCD (Azospirillum, Azotobacter, Rhizobium 1, Rhizobium 2) sangat baik pada pertumbuhan anakan tanaman turi. Semua isolat membentuk bintil akar, kecuali isolate ABD dan D.
Kata Kunci: Fiksasi bakteri nitrogen, daya larut bakteri phosphat, Sesbania grandiflora L.Pers
Penulis: Sri Widawati
Kode Jurnal: jpbiologidd150846

Artikel Terkait :