STRATEGI PENINGKATAN RESILIENSI MASYARAKAT PESISIR TERHADAP TEKANAN SOSIO-EKOLOGIS (Studi Kasus Pesisir Kota Semarang)
Abstract: Pesisir Semarang
populer karena rob yang sudah terjadi sejak tahun 1970an, dan akhir-akhir ini
bertambah parah baik dari segi luasan maupun waktu (durasi) genangannya. Hal
ini akibat pemanasan global yang berdampak pada kenaikan permukaan laut.
Disamping itu, pesisir Kota Semarang mengalami tekanan sosio-ekologi yang
berupa: banjir, alih fungsi lahan, penurunan tanah, konflik penggunaan air, dan
pencemaran perairan. Adapun kelompok masyarakat yang rentan terpapar tekanan
sosio-ekologi adalah: nelayan/petani, buruh pabrik, karyawan, dan jasa. Untuk
itu dilakukan penelitian Resiliensi (ketahanan) masyarakat pesisir kota
Semarang dengan tujuan mengetahui bentuk-bentuk resiliensi dan strategi
penanganan berdasarkan dimensi keberlanjutan (ekologi, ekonomi, dan sosial).
Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif, pengambilan data dengan
pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis data yang digunakan adalah:
deskriptif, kerentanan, dan resiliensi yang mengacu pada IPCC (2001), sedangkan
untuk strategi peningkatan resiliensi menggunakan Multi Criteria Decission
Making (MCDM) dengan pembobotan. Hasil analisis: terdapat 3 (tiga) pilihan
strategi peningkatan resiliensi yaitu: (a) pengembangan sumberdaya manusia
(SDM), yaitu melalui pemberdayaan masyarakat, (b) pemberian insentif yang dapat
dilakukan secara langsung, yaitu berupa pemberian bantuan dan tidak langsung
yang berbentuk pengaturan penggunaan lahan, peningkatan sarana dan prasarana,
serta perbaikan infrastruktur sosial, dan (c) pembuatan tanggul, dapat berupa
pembuatan tanggul di sisi sungai dan peninggian jalan yang dapat menyentuh
aspek mendasar pada sisi fisik dan ekologis.
Keywords: community
empowerment, manufacture embankment, pemberdayaan masyarakat, pemberian
insentif, pembuatan tanggul, provision of incentives
Penulis: Agus Susanto
Kode Jurnal: jpbiologidd170038