PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI BAHAN TAMBAHAN (SINGKONG, PEPAYA, NASI AKING) DALAM BERBAGAI PERBANDINGAN TERHADAP KUALITAS TEMPE CAMPURAN SEBAGAI MEDIA LEAFLET MATERI BIOTEKNOLOGI SMA KELAS XII
ABSTRAK: Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan tambahan (singkong, pepaya,
nasi aking) dan perbandingannya yang paling optimal terhadap kadar protein,
kadar air, dan organoleptik pada tempe campuran. Jenis penelitian yang digunakan
adalah penelitian True Experiment Design dan Studi Pengembangan. Design yang
digunakan adalah Faktorial Contras Ortogonal Design. Rancangan penelitian
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, dengan faktor pertama
jenis bahan (kedelai-singkong, kedelai-pepaya, kedelai-nasi aking) dan faktor
kedua perbandingan kedelai: bahan tambahan (50%:50%, 60%:40%, 70%:30%). Data
berupa kadar protein, kadar air, dan organoleptik pada tempe. Teknik Analisis
data yang digunakan adalah Analisis Varian Dua Faktor dan Uji Beda Jarak Nyata
Duncan (BJND) 5%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan dan
perbandingan tidak berpengaruh terhadap kadar protein, kadar air, dan
organoleptik pada tempe campuran. Kadar protein pada keseluruhan tempe campuran
masih berada di atas standar SNI yaitu minimal 16,00 %. Tempe kontrol (kedelai
murni) memiliki kandungan protein paling tinggi dengan nilai 19,37%. Pada tempe
campuran yang memiliki kadar protein paling tinggi yaitu tempe campuran nasi
aking dengan kadar protein 18,42 %. Kadar air pada keseluruhan tempe campuran
masih berada di bawah standar SNI yaitu maksimal 65,00 %. Tempe kontrol
(kedelai murni) memiliki kadar air paling rendah dengan nilai 46,63%. Pada
tempe campuran yang memiliki kadar air paling rendah yaitu tempe campuran nasi
aking dengan kadar air 47,73 %. Bahan tambahan nasi aking berpengaruh paling
baik terhadap sifat organoleptik tempe campuran yaitu dengan rerata nilai 4,93
(sangat suka).
Penulis: Fatih Bisyria, Siti
Zaenab, Ainur Rofieq
Kode Jurnal: jpbiologidd150827