PENGARUH PEMBERIAN SUBKRONIK EKSTRAK METANOLIK SCURRULA ATROPURPUREA (BL) DANS TERHADAP KADAR KREATININ TIKUS WISTAR
ABSTRAK: Kadar kreatinin dalam
darah merupakan salah satu indikator mendiagnosis fungsi ginjal. Makin tinggi
kadarnya berarti makin besar kemungkinan terjadinya disfungsi ginjal, karena
menunjukan bahwa kemampuan ginjal mengeluarkan zat tersebut sudah mulai
berkurang. Salah satu penyebab tingginya kadar kreatinin adalah adanya radikal
bebas. Maka dari itu perlu dilakukan pencegahan terhadap redikal bebas dengan
menggunakan zat aktif kuersetin yaitu antioksidan yang berasal dari daun benalu
teh yang bekerja menstabilkan radikal bebas. Tujuan pada penelitian ini adalah
untuk mengetahui efek pemberian ekstrak metanolik benalu teh Scurrula atropurpurea Bl. Dans (EMSA)
terhadap kadar kreatinin pada hewan uji tikus wistar (Rattus norvegicus). Penelitian
ini menggunakan metode True Experimental Design Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan empat perlakuan yang diberikan sebanyak 5 kali dalam satu minggu selama
28 hari yaitu kontrol, EMSA dosis 250 mg/Kg BB, 500 mg/Kg BB, 1000 mg/Kg BB.
Berdasarkan Hasil penelitian ini pada semua perlakuan, pemberian EMSA tidak
berpengaruh terhadap kadar kreatinin darah pada tikus wistar Rattus norvegicus
selama 28 hari (subkronik), hal ini diduga bahwa EMSA tidak bersifat toksik
sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada fungsi ginjal.
Penulis: Nurhidayah Indah
Prastika, Nuor Athiroh, Hari Santoso
Kode Jurnal: jpbiologidd170006