PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN EKOR NAGA (Rhaphidophora pinnata, Schott) TERHADAP PERKEMBANGAN UTERUS MENCIT (Mus musculus) BETINA YANG TELAH DIOVARIEKTOMI
Abstract: Tanaman ekor naga
(Rhaphidophora pinnata, Schott.) mengandung zat aktif dari golongan senyawa
alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid/steroid. Zat aktif yang
terkandung dalam tanaman ekor naga bersifat fitoestrogen. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun ekor naga terhadap
perkembangan uterus mencit (Mus musculus) betina yang telah diovariektomi.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat
kelompok perlakuan dengan masing-masing enam ulangan. Perlakuan P0 sebagai
kontrol diberi NaCl 0,9% dan perlakuan P1, P2 dan P3 diberi ekstrak daun ekor
naga dengan dosis 50, 100 dan 150
mg/KgBB. Ekstrak daun ekor naga diberikan setiap hari secara oral selama 14
hari sebanyak 0,2 ml dengan metode gavage. Variabel yang diamati adalah bobot
uterus, diameter uterus dan ketebalan endometrium. Data yang diperoleh dianalisis
dengan One Way Anova dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun ekor naga (R.
pinnata, Schott) menyebabkan peningkatan ketebalan endometrium sebesar 38,7%
dan peningkatan diameter uterus sebesar 30,3% dibanding dengan kelompok
kontrol. Dosis optimal ekstrak daun ekor naga (R. pinnata, Schott) yang
berpengaruh terhadap perkembangan uterus mencit adalah 100 mg/KgBB.
Penulis: Maria Antonia
Margaretha Ferandez, Ngurah Intan Wiratmini, Ni Gusti Ayu Manik Ermayanti
Kode Jurnal: jpbiologidd150733