Penanda Genetik Tarsius (Tarsius spp.) dengan Menggunakan Gen Cytochrome Oxidase I (COI) DNA Mitokondria (mtDNA) Melalui Metode Sekuensing

ABSTRAK: Tarsius (Tarsius spp.) merupakan primata terkecil di dunia. Saat ini terdapat 10 spesies tarsius, 9 spesies diantaranya tersebar di kepulauan Indonesia dan 8 spesies merupakan endemic Sulawesi. Hampir semua spesies tarsius Sulawesi memiliki kemiripan secara morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi gen Cytochrome Oxidase I (COI) DNA mitokondria (mtDNA) pada Tarsius spp. sebagai penanda genetik. Penelitian menggunakan enam belas individu terdiri dari 10 Tarsius bancanus, 4 Tarsius sp., Tarsius wallacei, dan Tarsius sangirensis yang dikoleksi dari berbagai daerah menggunakan gen COI. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nukleotida sebanyak 238 situs serta asam amino sebanyak 159 situs dari total keseluruhan 838 pasang basa (pb). Jarak genetik yang dihitung menggunakan Kimura-2 parameter model menunjukkan nilai tertinggi sebesar 26,2% dan terendah sebesar 0%. Rata-rata jarak genetik sebesar 11,5%. Rekonstruksi pohon filogenetik menggunakan metode Neighbor-Joining yang berdasar pada nukleotida dan asam amino gen COI dapat membedakan antara Tarsius spp. (T. bancanus, Tarsius spectrum, Tarsius wallacei, Tarsius sp., dan Tarsius sangirensis), namun tidak dapat digunakan sebagai penanda secara jelas pada tarsius Sulawesi. Berdasarkan analisa terdapat nilai variasi genetik tinggi diantara Tarsius spp. dimana populasi tarsius barat memiliki variasi genetik jauh lebih rendah dibanding tarsius timur.
Kata Kunci: Penanda genetik, tarsius, COI, DNA mitokondria, konservasi
Penulis: Wirdateti, Sri Wijayanti Wulandari, & Paramita Cahyaningrum Kuswandi
Kode Jurnal: jpbiologidd150844

Artikel Terkait :