Keragaman Koloni Bakteri Indigenous Pengolahan Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit
ABSTRAK: Buangan hasil
penyamakan kulit berpotensi mencemari lingkungan karena industri penyamakan
kulitmenggunakan bahan penyamak kimia berbahaya.Penanggulangan dampak
pencemaran lingkungan yang efektif adalah bioremediasi menggunakan bakteri
karena bakteri dapat tumbuh dan beradaptasi pada segala habitatsehingga bakteri
resisten memanfaatkan bahan pencemar.Keragaman bakteri penting untuk diketahui karena
bakteri meliputi sebagian spesies yang besar keragamannya di bumi dan perannya
sebagai bioremediasi.Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai indeks keragaman
dan jenis gram bakteri indigenous limbah cair IPAL Industri Penyamakan Kulit
Kota Malang.Data yang dianalisa berupa hasil pengukuran pH, suhu, konduktivitas,
jumlah koloni bakteri, struktur komunitas bakteri (keragaman, kemerataan,
kekayaan dan dominasi) dan hasil pewarnaan gram bakteri. Keragaman koloni
bakteri indigenous tergolong rendah masing-masing bernilai 0,36; 1,30 dan
0,0015. Jenis gram bakteri indigenous yang ditemukan adalah Streptococci
Negatif (11%), Streptococci Positif (34%), Streptobacilli Negatif (11%),
Streptobacilli Positif (34%), Coccus Negatif (5%) dan Coccus Positif (5%).
Penulis: Aisyah Wardani, Ahmad
Syauqi, Hari Santoso
Kode Jurnal: jpbiologidd150852