Kearifan lokal masyarakat aceh dalam konservasi laut
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal masyarakat Aceh dalam
konservasi laut. Penelitian ini menerapkan desain penelitian kualitatif
(Qualitative Research), menggunakan metode observasi langsung pada masyarakat
Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh dan wawancara mendalam (deep
interview) dengan informan (key person) Panglima Laot dan masyarakat. Dari
observasi dan wawancara diperoleh hasil bahwa pengelolaan konservasi laut yang
telah dilakukan di Pelabuhan Lampulo telah berlangsung lama dengan cara
menjalankan peraturan yang telah dibuat oleh Pawang Laot agar tidak merusak
ekosistem laut. Kearifan lokal masyarakat dalam konservasi laut meliputi
kebiasaan positif, kebiasaan negatif, aturan yang boleh dikerjakan, aturan yang
tidak boleh dikerjakan, dan sangsi adat. Biaya yang dibutuhkan untuk pergi melaut
selama seminggu 5-7 juta sedangkan untuk melaut selama sebulan dibutuhkan biaya
sekitar 30-60 juta. Hambatan/kendala yang dihadapi pelaut adalah cuaca, akibat
dari perubahan iklim, mahalnya harga bahan bakar minyak(BBM) dan dangkalnya
Tempat Penjualan Ikan (TPI) sehingga kapal-kapal besar tidak bisa langsung berhenti
di dermaga TPI sehingga tidak bisa melakukan pelelangan ikan secara langsung.
Saran-saran perbaikan kepada pemerintah dan masyarakat adalah meningkatkan
perbaikan infrastruktur, menurunkan harga BBM, dan meningkatkan perhatian untuk
para nelayan.
Penulis: Evi Apriana
Kode Jurnal: jpbiologidd150762