IDENTIFKASI VARIASI GENETIK KERBAU (Bubalus bubalis) PACITAN DAN TUBAN BERBASIS MIKROSATELIT
Abstract: Kurangnya
pelestarian kerbau dapat mengancam populasi, sehingga perluusaha menjaga plasma
nutfah dan upaya awal mengetahui variasi kerbau di daerah endemik. Pacitan dan
Tuban merupakan daerah endemik di Jawa Timur. Penelitian deskriptif eksploratif
ini bertujuan menjelaskan variasi fenotip dan genotip kerbau. Fenotip meliputi
bentuk dan warna tubuh, warna mata, panjang tanduk, leherdan ekor, lingkar
dada, tinggi dan panjang badan, ukuran kepala. Penelitian genotip dilakukan
menggunakan primer HEL09 dan INRA023 yang ditunjukkan adanya pita (alel) DNA
homozigot maupun heterozigot. Penelitian diawali dengan pengambilan sampel
darah, isolasi DNA dan elektroforesis gel agarose. Polimerase Chain Reaction
(PCR) dilakukan untuk memperbanyak konsentrasi DNA, elektroforesis
Poliacrylamidegel dan silver staining untuk mengetahui alel DNA. Analisis hasil
penelitian menunjukkan nilai heterozigositas kerbau Pacitan dengan primer HEL09
sebesar 54%, PIC 42%, sedangkan dengan primer INRA023 nilai heterozigositas
sebesar 88%, PIC 77%. Pada daerah Tuban, nilai heterozigositas dimunculkan
primer HEL09 sebesar 55%, PIC 36%. Nilai heterozigositas dimunculkan primer
INRA023 sebesar 60,96% PIC 53%. Nilai PIC dimunculkan primer INRA023 lebih
besar daripada nilai PIC HEL09, sehingga primer INRA023 lebih polimorfik
daripada primer HEL09 dan lebih dapat menjelaskan tentang variasi dalam suatu
populasi.
Penulis: Primadya Anantyarta
Kode Jurnal: jpbiologidd170045