ANALISIS MISKONSEPSI SISWA KELAS VIII PADA MATERI PERBANDINGAN DAN PROPORSI SERTA ALTERNATIF PENYELESAIANNYA
Abstrak: Pada proses
pembelajaran matematika, siswa mempelajari konsep-konsep yang saling berkaitan.
Bila satu konsep tidak dipahami dengan baik, maka hal ini akan berpengaruh pada
pemahaman konsep yang selanjutnya. Jika siswa memiliki pemahaman konsep yang
rendah, maka akan ada kemungkinan siswa memberikan pengertian sendiri tentang
suatu konsep. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya suatu miskonsepsi.
Miskonsepsi adalah ide yang salah tentang suatu konsep yang dimiliki oleh
seseorang, yang berbeda dengan konsep yang dianggap benar oleh para ahli.
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif.
Penelitian ini dilakukan di SMPNegeri 29 Surabaya. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis kemudian mendeskripsikan profil miskonsepsi siswa kelas VIII
pada materi perbandingan dan proporsi. Miskonsepsi siswa dianalisis berdasarkan
hasil tes tulis yang dilengkapi dengan instrumen CRI (Certainty of Response
Index) dan hasil wawancara. Subjek dalam penelitian ini yaitu tiga siswa yang
memiliki presentase miskonsepsi yang paling tinggi.
Berdasarkan hasil dari analisis data ketiga subjek, miskonsepsi yang
dialami yaitu 66,66 % subjek
mengaplikasikan incomplete strategy, 22,22 % subjek mengaplikasikan constant
difference atau additive strategy, 11,11 %subjek mengaplikasikan constant sum. Selanjutnya
sebagian subjek mengalami miskonsepi dalam menyatakan perbandingan, seperti
menyatakan perbandingan hanya dengan mencari selisihnya, sebagai hasil dari
pembagian, menyatakan perbandingan dengan penulisan dibalik. Ada kecenderungan
miskonsepsi yang terjadi disebabkan karena aspek praktis, prakonsepsi, intuisi
yang salah, kemampuan pemahaman siswa, dan reasoning yang tidak lengkap. Adapun
alternatif yang dapat dilakukan diantara penjelasan ulang, pemberian contoh
atau non contoh, diskusi ulang,perubahan konsep.
Penulis: M. Ilham Yahya, Rooselyna
Ekawati
Kode Jurnal: jpmatematikadd160218