Resiliensi Taruna STP dari Keluarga Pelaku Utama Perikanan
Abstract: Kehidupan kampus
berasrama pada sekolah kedinasan dengan tuntutan sosial serta akademik,
mengharuskan peserta didik (disebut juga dengan taruna) memiliki mental yang
tangguh. Risiko kehidupan kampus tersebut menciptakan sebuah kondisi yang
menekan. Ada beberapa cara untuk mengatasi persoalan menekan tersebut,
diantaranya adalah: menghadapi
permasalahan yang terjadi; beradaptasi dengan kenyataan; dan mengatasi
tantangan dengan cepat. Mereka yang berhasil mengatasi permasalahan, bahkan
bangkit menjadi individu yang lebih kuat, akan menemukan kehidupan yang lebih
baik. Individu-individu ini dikatakan sebagai individu yang resilien.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini
adalah melihat dinamika resiliensi taruna Sekolah Tinggi Perikanan (STP) yang
berasal dari keluarga/ pelaku utama perikanan. Subjek penelitian terdiri dari
empat taruna yang berasal dari dua jenis kelamin; memiliki latar belakang asal
daerah yang berbeda; serta berasal dari keluarga pumakan (pelaku utama perikanan).
Hasil analisis dari penelitian, secara kualitatif dapat terlihat variasi
tingkat resiliensi subjek dalam menghadapi persoalan. Variasi terjadi pada
faktor-faktor resilensi. Namun pada aspek optimisme dan eikasi diri,
keseluruhan subjek menunjukkan hasil yang positif. Selain itu, faktor protektif
juga memiliki pengaruh yang berarti. Faktor protektif tersebut yaitu dukungan
sumber daya dan karakteristik positif dari individu; komunitas sosial serta
dukungan keluarga. Keseluruhannya memperkuat cara coping yang adaptif terhadap
persoalan yang terjadi.
Penulis: Sri W. Rahmawati,
Mira Rizki Wijayani
Kode Jurnal: jppsikologiperkembangan130101