HUBUNGAN POLA ASUH OTORITER DAN INTENSITAS MENONTON FILM KEKERASAN DI TELEVISI DENGAN PERILAKU AGRESIF
ABSTRAK: Esensi hubungan
antara orang tua dan anak sangat ditentukan oleh sikaporang tua dalam mengasuh
anak. Hal ini bercermin pada pola asuh orangtua yakni kecenderungan yang
dipilih dan dilakukan orang tua dalam mendidik anak. Pola asuh otoriter sering
kali membuat tidak bahagia, minder, tidak mampu memulai aktivitas dan memiliki
kemampuan komunikasi lemah.Di pihak lain televisi yang banyak mengeksploitasi
aksi dan adegan kekerasan dikhawatirkan remaja mempersepsi bahwa kekerasan
merupakan penyelesaian yang paling gampang atas banyak permasalahan. Mengacupada
teori belajar sosial dari Bandura bahwa segala bentuk perilaku termasuk perilaku
agresif didapatkan melalui pengamatan (observasi) dan proses imitasi karena
anak sendiri merupakan imitator yang rentan terhadap modelmodel yang mereka
lihat setiap hari.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris
keterkaitan pola asuh otoriter dan intensitasmenonton tayangan kekerasan di
televisi secara simultan dengan perilaku agresif pada anak dengan kriteria
remaja awal yang duduk di kelas 1 SMP. Pada usia tersebut subjek memiliki
perkembangan psikologis peralihan antarapasca anak-anak dan remaja awal.
Analisis data menggunakan regresi ganda kepada total sampel sebanyak 124
anak.Beberapa poin kesimpulan bahwapola asuh dan intensitas menonton film
kekerasan mempunyai pengaruhdan signifikan secara simultan terhadap perilaku
agresif, pola asuh tidak mempengaruhi perilaku agresif secara signifikan; Nilai
t hitung sebesar 2,301dan intensitas menonton film kekerasan di televisi
mempengaruhi perilaku agresif.
Penulis: Zabrina Wibowo; Y.
Bagus Wismanto, M. Yang Roswita
Kode Jurnal: jppsikologiperkembangan120068