ULAMA ANTARA OTORITAS KHARISMATIK DAN OTORITAS LEGAL-RASIONAL: STUDI KASUS USTAŻ HAJI MUHAMMAD ZAINI DJALALUDDIN
ABSTRACT: Kajian ini
dilatarbelakangi sebuah fakta bahwa karakteritik ulama di Kalimantan Barat
memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan ulama di Jawa.Sebagian besar
ulama di Kalimantan Barat eksis di tengah umat bukan berdasarkan adanya
jaringan intelektual dan kekerabatan yang berbasis pondok pesantren.Untuk
menjelaskan mengapa ulama di Kalimantan Barat senantiasa eksis di tengah
umatnya meskipun tidak memiliki jaringan tersebut, kajian ini menggunakan
metode sejarah lisan model studi kasus melalui penelusuran biografi seorang
tokoh ulama terkemuka, yaitu Ustaż Haji Muhammad Zaini Jalaluddin. Dengan
menggunakan konsep otoritas kharismatik dan otoritas legal-rasional dari Max
Weber, kajian ini menyimpulkan tiga hal. Pertama, sumber otoritas kharismatik
ulama (dalam hal ini Ustaż Jalal) adalah geneologi, proses pendidikan
(penguasaan ilmu pengetahuan keislaman) dan kualitas kepribadian yang kuat.
Kedua, otoritas kharismatik menjadi modal untuk mendapatkan otoritas
legal-rasional. Ketiga, ketika otoritas legal-rasional hilang dari diri seorang
ulama maka ia akan tetap diterima seperti sediakala oleh umat selama otoritas
kharismatik pada dirinya tetap terjaga.
Penulis: Zulkifli Abdillah
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd140323