TINJAUAN PERKEMBANGAN KERIS TANGGUH NGENTHA-ENTHA YOGYAKARTA 1975-2015
ABSTRAK: Setiap keris memiliki
ciri tersendiri yang disebut tangguh, seperti tangguhngéntha-énthayang diciptakan
di lingkungan masyarakat Desa Ngéntha-Éntha. Tokoh penting yang membuat keris
dengan tangguh ini adalah Empu Wayang. Pada tahun 1963, Empu Supowinangun,
pewaris Empu Wayang, meninggal dunia. Akibatnya, sejak saat itu pembuatan keris
dengan gaya ngéntha-éntha tidak lagi dilakukan. Pada tahun 1975 ada upaya untuk
merevitalisasinya dan berhasil. Penelitian ini bermaksud meneliti revitalisasi
keberadaan keris Tangguh Ngenta-entha tersebut dengan menggunakan metode
historis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa revitalisasi ini telah
diakukan oleh dua empu keris bernama Yosopangarso dan Jeno Harumbrojo. Dewasa
ini, dua orang empu keris tersebut telah
meninggal dunia dan proses pembuatan keris dengan ciri-ciri tangguhngéntha-énthadiambil
alih oleh Empu Sungkowo, anak angkat Empu Jeno Harumbrojo dengan metode
rekonstruksi pola-pola pewarisan yang tetap dan tidak meninggalkan pakem-pakem
tradisi yang ada.
Penulis: Supriaswoto, Gustami,
Timbu, R.M. Soedarsono
Kode Jurnal: jpantropologidd150107