STRATEGI PENERJEMAHAN ARAB – JAWA SEBAGAI SEBUAH UPAYA DALAM MENJAGA KEARIFAN BAHASA LOKAL (INDIGENOUS LANGUAGE): STUDI KASUS DALAM PENERJEMAHAN KITAB BIDAYATUL-HIDAYAH KARYA IMAM AL-GHAZALI
Abstrak: Dewasa ini,
kekhawatiran akan punahnya bahasa ibu selayaknya menjadi perhatian besar
masyarakat Indonesia. Punahnya bahasa ibu atau bahasa-bahasa lokal merupakan
salah satu indikator punahnya warisan budaya bangsa. Dengan semakin memudarnya
warisan budaya bangsa maka hilanglah karakter utama bangsa, oleh sebab itu
bahasa ibu dan bahasa lokal sebagai warisan budaya harus terus dijaga dan
dipertahankan keberadaannya. Salah satu ikhtiar utama dalam menjaga warisan
budaya tersebut adalah dengan menjaga bentuk penerjemahan khas Arab – Jawa,
yang sudah jamak dilakukan oleh para santri pondok-pondok pesantren di
Nusantara. Salah satu kitab yang menggunakan terjemahan tersebut adalah kitab
Bidaayatul-Hidaayah karya Imam Al-Ghazali yang diterjemahkan oleh Kyai Haji Hammaam
Naashirud-Din Magelang. Dalam menerjemahkan kitab tersebut, penerjemah
menggunakan model word for word translation yang cukup khas dan berkarakter.
Pesan moral yang ada dalam kitab diungkapkan dengan syarah (penjelasan) dengan
menggunakan bahasa Jawa. Makalah ini akan mengelaborasi problematika
penerjemahan yang ada dalam penerjemahan kitab Bidayatul-Hidayah, baik dari
sisi teknik dan metode penerjemahan kitab tersebut. Dengan menggunakan metode
kualitatif deskriptif, makalah ini menemukan adanya pergeseran bentuk satuan
kebahasaan yang ada dalam penerjeman Arab – Jawa kitab Bidayatul-Hidayah.
Selain itu, pesan moral yang ada dalam kitab tersebut telah menjadi landasan
fundamental dalam pembentukan karakter Santri Nusantara.
Keywords: Technique and Method
of Arabic-Javanese translation, word-for-word translation, and
Bidaayatul-Hidaayah,Teknik dan Metode Penerjemahan Arab – Jawa, Model word for
word translation, dan Kitab Bidayatul-Hidayah
Penulis: Muhammad Yunus Anis,
Kundharu Saddhono
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd160171