SAKUREN: KONSEP SPASIAL SEBAGAI PRASYARAT KESELAMATAN MASYARAKAT KESELAMATAN MASYARAKAT BUDAYA PADI DI KASEPUHAN CIPTAGELAR
Abstrak: Dalam budaya padi masyarakat Kasepuhan
Ciptagelar, kehidupan akan muncul setelah sakuren dipertemukan. Kehidupan tidak
bersifat statis, melainkan dinamis dan siklis. Sakuren adalah konsep sepasang.
Sakuren harus dicari melalui proses ngalasuwung, yaitu sebuah proses aktivitas
ritual. Ngalasuwung dilakukan dengan dengan pola gerak ruang katuhu atau kenca.
Tujuan ngalasuwung adalah mencapai ruang suwung. Proses ngalasuwung tidak
berhenti setelah realitas sakuren ditemukan. Realitas sakuren masih harus dikawinkan
dalam ruang suwung. Tujuan pangawinan adalah memperoleh pancer (keselamatan).
Melalui pendekatan etnografi, tema kultural sakuren sebagai hasil dari analisis
domain, dikaji secara simultan dengan analisis taksonomi dan dielaborasi dengan
thick description. Kajian komprehensif menunjukkan bahwa sakuren merupakan
makna eksistensial yang harus diupayakan dan menjadi prasyarat untuk memperoleh
keselamatan dan keberlanjutan hidup masyarakat budaya padi Ciptagelar.
Penulis: Susilo Kusdiwanggo,
Jakob Sumardjo
Kode Jurnal: jpantropologidd160039