REVITALISASI RAGAM HIAS BATIK KERATON CIREBON DALAM DESAIN BARU KREATIF
ABSTRAK: Dalam kerangka
menghargai tradisi suatu bangsa, yaitu melestarikan sebuah tradisi di an-
taranya berkarya batik, yang merupakan warisan budaya Indonesia. Cirebon adalah
wilayah yang memiliki kekayaan khasanah budaya batik yang variatif, baik yang
masih tetap ada hing- ga kini, maupun yang sudah punah. Mengingat di dalam
perkembangannya, Keraton Cirebon dengan aneka produk Batik Keraton Cirebon kini
terbagi dalam tiga keraton dan satu peguron yang mempunyai ciri khas, antara
lain: (1) Keraton Kasepuhan pada ragam hias Singa Barong; (2) Keraton Kanoman
pada ragam hias Paksi Naga Liman; (3) Keraton Kacirebonan pada ra- gam hias
Bintulu; (4) Peguron Kaprabonan pada ragam hias Dalung dan motif tanpa gambar
hewan.
Perlu dilakukan penelitian untuk menggali, menemukan, dan memformulasikan
khusus- nya unsur teraga (ragam hias termasuk di dalamnya corak, bahan, dan
warna). Penelitian ini menggunakan metode etnografi dan eksperimen visual
terhadap ragam hias Batik Keraton Kasepuhan, Kanoman, Keprabonan, dan Kacirebonan
yang berlandaskan pada kesejarahan mulai dari pengaruh budaya Hindu, Islam,
Cina, dan Eropa.
Adapun batik-batik lama yang dimiliki oleh seluruh Keraton Cirebon yang
ada selama ini kondisinya tidak bisa dikenali secara umum dan kondisi fisiknya
sudah rapuh menuju kondisi rusak. Dengan demikian guna menjaga kelestarian
batik-batik lama tersebut maka diperlukan penelitian agar bisa dibuat
reproduksinya menjadi desain batik baru kreatif.
Penulis: Komarudin Kudiya,
Setiawan Sabana, Agus Sachari
Kode Jurnal: jpantropologidd140087