PERKEMBANGAN RONGGENG SEBAGAI SENI TRADISI DI KABUPATEN PANGANDARAN
ABSTRACT: Tulisan ini
merupakan hasil penelitian kepustakaan dan lapangan mengenai potensi sosial,
ekonomi, politik, dan budaya Kabupaten Pangandaran yang dibiayai oleh Dikti
tahun Anggar- an 2014. Permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini adalah
bagaimana sejarah seni ronggeng itu? Apakah penyajian seni ronggeng tersebut
mengalami perubahan dari waktu ke waktu? Bagaimana upaya pemerintah dalam
melestarikan seni ronggeng? Untuk menjawab pertanyaan itu, metode penelitian
yang dipergunakan adalah metode sejarah karena penelitian ini dilaku- kan dalam
perspektif historis. Dalam implementasinya, metode sejarah meliputi empat
tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk
keperluan analisis, tulisan ini dileng- kapi dengan konsep dan teori kesenian
yang relevan dengan permasalahan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pada awalnya, kesenian ronggeng menunjukkan sifat sakral karena terkait dengan
kepercayaan samanisme dan dalam perkembangannya, bergeser menjadi bersifat
profan. Unsur-unsur negatif yang melekat dalam kesenian ronggeng, secara
perlahan dihapus atau diubah sehingga dipandang tidak lagi melanggar norma
sosial.
Penulis: Nina Herlina Lubis,
Undang Ahmad Darsa
Kode Jurnal: jpantropologidd150088