PERILAKU PACARAN SISWA SMA NEGERI 2 SUNGAI RAYA DI KEC. SUNGAI RAYA KAB. KUBU RAYA

Abstract: Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Perilaku Pacaran Siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Sungai Raya Kab.Kubu Raya, termasuk didalamnya dampak yang ditimbulkan bagi siswa yang melakukan kebebasan perilaku pacaran, dan juga faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pacaran siswa itu sendiri. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan suatu teori untuk mendukung penelitian yang akan penulis lakukan dari awal sampai akhir agar mendapatkan jawaban dan kesimpulan dari penelitian tersebut. Adapun teori yang digunakan oleh penulis yaitu teori Fungsi oleh Katz, yang didalamnya terdapat beberapa bagian yang dikaitkan pada alasan siswa yang melakukan perilaku pacaran. Seperti Instrumental, Defence Mecanismme, Penerima Objek dan Memberikan Arti, dan Ekspresif bagi diri.senidiri. Dari keempat bagian tersebut, hasil penelitian sapat disimpulkan, bahwa siswa yang berpacaran mempunyai fungsi yaitu sebagai pelayanan terhadap kebutuhan, sedangkan defence mecanisme yaitu siswa yang berpacaran dapat melindungi diri dengan hidirnya pasangan yang dianggap dapat melindungi diri mereka baik didalam maupun diluar pergaulan yang negatif, Sedangkan, Memberikan arti seseorang dapat menyusuaikan diri dengan lingkungannya, seperti setelah dan sebelum mempunyai pacar akan ada perubahan yang dialami siswa yang berpacaran baik itu bersifat positif maupun bersifat negatif, dan yang terakhir ialah ekspresif bagi diri sendiri, seperti penelitian yang penulis lakukan, ditemukannya kepercayaan pada diri siswa yang sebelum berpacaran mereka menutup diri dan setelah pacaran mereka membuka diri, dengan bergaul kepada teman pasangan mereka, dan lebih aktif dalam pelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara mendalam dan pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku pacaran siswa pada saat ini sangat mengkhwatirkan,  adanya siswa yang berapacaran pada saat jam pelajaran, menonton video porno, membolos sekolah, dan ketahuan berciuman saat ekstrakulikuler. Maka dari permasalahan ini ini, dibutuhkan kerjasama antara sekolah, guru, dan siswa, dimana guru saat disekolah merupakan orangtua dari siswa/i tersebut. Tidak hanya memperhatikan, membimbing, mengawasi siswa secara akademis tetapi juga harus memperhatikan nilai-nilai dan perilaku siswa selama berada dilingkungan sekolah.
Kata-kata Kunci: Siswa, Guru, Perilaku
Penulis: RISKA ADWIDI
Kode Jurnal: jpsosiologidd160302

Artikel Terkait :