PERGESERAN PERILAKU POLITIK KIAI DAN SANTRI DI PAMEKASAN MADURA
Abstrak: penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif, dengan model penelitian lapangan. Model
pendekatan kualitatif yang digunakan lebih menekankan pada perspektif
fenomenologi, yaitu penekanan kepada interpretasi dan analisis makna emic yang
berupa ungkapan-ungkapan (empiris) yang ditemukan di lapangan. Adapun, fokus
penelitian ini terdiri dari: (1) Apa makna politik bagi kiai dan santri di
Pamekasan? (2) Bagaimana kecenderungan
perilaku politik santri terhadap pilihan politik kiai? (3) Bagaimana upaya dan sikap kiai
mempertahankan otoritas kepemimpinannya? Riset ini mengambil tempat di
Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan dengan fokus kajian keterlibatan kiai
dan santri dalam politik pemilihan
bupati dan wakil bupati periode 2008-2013 (Pilkada), yang dilaksanakan
pada tanggal 5, Maret 2008 dan periode 9 Januari 2013-2018. Hasil penelitian
ini adalah: Pertama, formula politik kiai yang digunakan dalam mempertahankan
otoritas kepemimpinannya terhadap santri bertumpu pada dua kekuatan yatu; traditional
dan charismatic domination. Artinya kiai tetap mempertahankan pesona sebagai
sosok karismatik relijius melalui simbol-simbol kepatuhan yang dibingkai nilai
moral agama dalam mempertahankan kepatuhan santrinya. Kedua, perilaku politik santri telah terjadi
pergeseran dari kepatuhan politik ke perbedaan politik walaupun hal itu
dilakukan oleh sebatas santri alumni. Dari perilaku politik santri
tersebut ditemukan ada tiga tipologi politik santri yaitu: (1)
Santri patuh mutlak, (2) Santri patuh semu dan (3) Santri prismatik.
Penulis: Zainuddin Syarif
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd160190