PENERIMAAN KELUARGA TERHADAP WARIA ATAU TRANSGENDER (Studi Kasus Atas Waria/Transgender Di Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta)
Abstrak: Keluarga adalah salah
satu aspek yang paling penting dari kehidupan setiap manusia.Hal ini disebabkan
keluarga adalah komunitas pertama yang diperoleh oleh masingmasing individu,
serta komunitas pertama yang mempengaruhi pola dan gaya hidup. Halyang sama pun
berlaku bagi transgender (waria). Bagi mereka, keluarga benar-benarmenjadi
dasar atau fondasi harapan hidup mereka. Karena transgender (waria), padadasarnya
sudah mengalami konflik batin sejak ia merasakan keanehan atau situasi yangberbeda
dengan orang lain. Hanya saja, ketika mereka memberanikan diri untukmenyatakan
konflik batin dan identitas mereka secara terbuka, ternyata yang merekadapatkan
biasanya adalah cemoohan dan penolakan keras. Melalui artikel ini, penulis akan
memberikan gambaran, bagaimana transgender (waria) sebenarnya sangat membutuhkan
kehadiran keluarga dalam kehidupan mereka. Selain itu, artikel ini jugamemberikan
pemahaman tentang keberadaan pesantren waria dan urgensinya, dan jugamemberikan
pemahaman tentang transgender itu sendiri. Dengan demikian, diharapkan mampu
membuka ruang dialog yang lebih luas bagi mereka (transgender).
Penulis: Arif Nuh Safri
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd160145