PENCITRAAN SELEBRITAS POLITISI DI BLOG KOMPASIANA
Abstrak: Masyarakat masih
kurang dapat menerima kehadiran politisi yang berasal dari kaum selebriti,
karena dianggap hanya mengandalkan popularitas dan penampilan saja. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kompasianer (anggota dari blog
Kompasiana) mencitrakan selebritas politisi yang menjadi kandidat dalam
pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013. Peneliti mengumpulkan 29
postingan yang dipublikasikan dalam blog Kompasiana, berdasarkan tiga periode
yaitu; pra kampanye, kampanye, dan pasca kampanye. Kesemua postingan ini
kemudian dianalisis berdasarkan metode Analisis Wacana Kritis, dengan model
pendekatan Teun Van Dijk. Model Van Dijk ini telah dielaborasi kedalam struktur
dan elemen-elemen wacana, agar peneliti lebih mudah menentukan unit teks yang
akan dianalisis. Penelitian ini menemukan bahwa selebritas menjadi faktor
dominan dalam pilkada Jawa Barat, dan Rieke Diah Pitaloka menjadi yang paling
populer diantara para kandidat. Kompasianer mencitrakan selebritas politisi
berdasarkan citra subyektif (emosi/afeksi) dan obyektif (logika/kognisi). Citra
subyektif adalah ekspresi emosi Kompasiana tentang ketiganya (suka/tidak suka,
setuju/tidak setuju). Sedangkan citra obyektif adalah persepsi tentang diri
ketiga selebritas yang terbentuk berdasarkan kognisi Kompasiana. Pencitraan ini
menggunakan dua alat ukur yaitu: kesan dan kepercayaan. Berdasarkan hasil
penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa citra subjektif dan objektif tersebut
sebagian besar diakibatkan oleh liputan media tentang selebritas yang
bersangkutan. Citra ini kemudian menjadi sulit dilepaskan walaupun selebritas
telah berkecimpung lama di dunia politik.
Penulis: Citra Dano Putri,
Hafied Cangara
Kode Jurnal: jpkomunikasidd130540