NARASI CAHAYA KEARIFAN LOKAL DALAM FILM SANG PENCERAH KARYA HANUNG BRAMANTYO
ABSTRAK: Narasi merupakan
unsur penting dalam film. Urutannya mengandung logika tertentu yang berkaitan
dengan makna cerita film. Film dapat dikatakan sebagai narasi yang merep-
resentasikan realitas. Namun karena film merupakan gubahan sutradara, maka
urutan peris- tiwa itu tentunya sudah dibubuhi pesan atau niatan tertentu
sutradara. Dengan mengambil film Sang Pencerah karya Hanung Bramantyo sebagai
studi kasus, dilakukan identifikasi pesan dan makna yang termuat di dalam film
tersebut. Kajian ini menggunakan metode analisis teks visual naratif dengan
teori narasi Genette dan semiotika Peirce sebagai pembantu. Dari hasil analisis
struktur narasiditemukan bahwa Sang Pencerah merupakan film alur tiga babak
dengan pola linier. Aspek cahaya yang dikorelasikan dengan makna pencerahan,
tampak dimanfaat- kan sebagai pengikat rangkaian inti cerita. Melalui analisis
berbagai penanda visual selanjutnya ditemukan bahwa gagasan pembaharuan
(pencerahan) yang diketengahkan sutradara dalam film ini merupakanrasionalitas
modernisme Barat versus Ahmad Dahlan. Sebuah rasionalitas yang mengejawantahkan
kesantunan dan kearifan lokal sebagai keutuhan jati diri pengimbang kebaharuan.
Penulis: Dyah Gayatri
Puspitasari, Setiawan Sabana, Hafiz Azis Ahmad
Kode Jurnal: jpantropologidd160043